Kilang BBM Virtual (KBV)
Refinery-Nusantara.Com
Informasi-Unit-Proses-Khusus-Kilang

Unit FCC / RCC/ RFCC

'Unit Khusus' RNC

rfcc kilang bbm
FCC / RCC / RFCC Merupakan Unit Khusus yang dipasang dibeberapa dikilang Nusantara. Yang pertama kali dibangun oleh Belanda adalah FCC di Kilang Palju Sungai Gerong - Palembang. Sekitar tahun 1980-1984 an dibangun Kilang BBM Besar di Cilacap, BalikPapan dan Dumai tanpa unit FCC/ RCC/ RFCC. Pada tahun 1990-1993 dibangun Kilang BBM Balonngan lengkap dengan Unit RCC hingga mampu mengolah semua fraksi dalam Crudenya, bagai tanpa sisa. Semua jadi Produk Bernilai tinggi. Tahun 2011-2015 dibangun RFCC di Cilacap, kemudian Dibangun RFCC Balikpapan beserta tambahan kapasitas CDU untuk tambahan Feed RFFC Baru dan unit lainnya. Semua Ide bermula dari rapat evaluasi berkala keekonomian Kilang / Rapat Operasi di Kantor Pusat. Solusi pengatasi Low Value Produk hasil fraksi berasi CDU diperlukan RCC atau RFCC. Maka dimulai implementasi berupa pembangunan RFCC dan naikkan kapasitas Kilang.
fcc rfcc
Unit FCC / RCC / RFCC memiliki beberapa perbedaan bentuk, design oleh setiap Process Licensor. Fungsi prosesnya sama, yaitu memecah fraksi berat rantai panjang Hydro Carbon hasil destilasi CDU menjadi fraksi ringan rantai HC penhek, bernilai ekonomi lebih tinggi. Perengkahan Fraksi Berat dalam Crude Oil memerlukan katalis. "Oil harus dipanaskan berupa uap atau butiran" panas ketemu "Katalis Fresh Panas" dipertemukan dalam riser Reaktor (Butiran Oil Panas + Katalis Panas) kontak beberapa detik. Oil feed panas tersebut hasil semprotan feed nozzle. Semua FCC/RCC/RFCC Prinsip operasi mirip, variable operasi berbeda disesuaikan dengan konfigurasi peralatan, sarana regenerasi katalis (Regenerator 1 Stage atau 1 Stage) kualitas katalis dan media proses serta material bahan konstruksi Reaktor, Regenerator, dinding shell, yang digunakan serta pola pemanfaatan panas, dan alat bantu proses, seperti MAB, Steam dll...

Training Operasi Kilang - RNC Methods

Training Itu bertahap sesuai latar belakang knowledge tentang kilang dan skill yang bersangkutan. Trainig secara perorangan dan secara team work (kelompok kerjanya). Bekali Pengetahuan Dasar yang diperlukah, Familiarisasi area kerja (Peralatan Kilang) dan beri bekal serta diuji bertahap, perorangan maupun beregu.  Investasi Kilang Mahal. Gagal Operasi bisa merusak asset kilang.  Pelatihan Teori, Praktek secara perorangan dan beregu, secara detail sangat diperlukan. Saat terakhir semua harus mampu mengatasi emergensy Unit Kilang masing masing dan untuk Emergency besar / Kebakaran harus berlatih ? ikur simulasi dalam mengatasi Emergency Kilang secara Ovel all.


Berikut Tahapan Pelatihan Yang Direkomendasikan.

Modul Latihan - Tersedia (Silahkan Kontak Kami)
Modul Latihan - Tersedia (Silahkan Kontak Kami)
cdu mat'ls balance sederhana
Saat Plant Stop / TA. Waspadai Pekerja Kontrak saat kerja. Apa Cukup Sarana Safety nya dan pastikan aman untuk dia dan semua
Instruktur Memberi Pemahaman di Field. Check Peralatan Operasi Secara Cermat dan Terukur Dalam Batas Aman dan Stabil.
Check Peralatan Operasi Secara Cermat dan Terukur Dalam Batas Aman dan Stabil.
Teknis Pengontrolan Peralatan Secara Cermat dan Terukur Dalam Batas Aman dan Stabil. Diseluruh Peralatan Kilang. Walau ada sensor digital, atau tanpa kable, Namun Kontral Berkalan diperlukan. Cek Suara, Getaran, Indikaror dan Aroma Lingkungan, bila ada bocoran dan suhu badan sebagai sensor juga
Shift Supervisor Merangkap Instruktur. Beri perintah Check Peralatan Operasi Secara Cermat, Aman dan Terukur.
Check Peralatan Operasi Saat Plant Stop atau TA

Modul FCC / RCC / RFCC

Berikut Materi Pelatihan Unit Khusus FCC / RCC / RFCC (Sementara Modul Tengah Dibangun / Disiapkan Terpisah)

Setiap Pekerja Harus Terbiasa Waspada adanya Potensi Kebakaran

Kegiatan Kilang Terpantau Dari Jauh. Bila ada kebakaran, semua cepat tahu
Kerja Di kilang Minyak (Bahan Bakar) Harus Terlatih Waspada. Paham Pengendalian Cegah Potensi Sumber api.
Semua Pahan SegiTiga Api dan Cara Menvegah (Memutusnya) aga Tidak Kebakaran. Terlapi memadamkan SApi Besat dan Kecil
Kilang Penuh dengan Bahan Bakar (Mudah Terbakar) di Tank Farms Crude Oil, Produk dan Unit Proses serta gas. MudahTerbakar dan Bisa Meledak
kilang detail outline training for a new project

IV. Team Operasi & Training. 

Team Operasi Terlatih, Dilatih Berkala (khususnya Pekerja Muda / Baru). Dirawat Skill & Kompetensi Kerja Serta Team Work Agar Senantiasa Solid dan Komunikatif

    1. Training bagi Fresh Intake. Diawali dengan bekal pengetahuan ilmu perminyakan, Mengenal Crude Oil, Fraksi hasil destilasi dan produk dengan spesifikasi mandatory. Perkenalkan jenis jenis Unit Proses, Alat Proses detail, untuk bisa dengan tepat & efektif memahamiproses dan peralatan. Berikan tugas pelatihan menjalankan alat dan unit sesuai area tugas dengan pengawasan khusu di Unit khusus di refinery tersebut. Belajar membaca gambar dan notasi serta per-istilahan kilang dan perminyakan
    2. Memberi kesempatan untuk pelatihan praktek mengenal cara kerja detail setiap peralatan dan kesempatan pelatihan yang cukup untuk memahami “perilaku peralata” dan menyesuaikan perilaku untuk sesuai dalam tugas kilang,  perlaku hati-hati dan ketelitian yang tinggi, waspada tidak membiarkan sesuatu tidak pada kondisi seharusnya, dan memahami setiap perubahan,  cause and effect yang bisa ditimbulkan oleh perilaku alat dalam area kerja, terbentuk sikap safety concern dan kecermatan yang tinggi. Tingkat kepedulian yang demikian dilatih, dan bagi yang tidak bisa, harus tidak boleh ditugaskan dalam kilang.
    3. Menumbuhkan kemampuan untuk mengenal detail indikasi alat dan variable proses, tataletak rinci semua sarana alat, indikator dan kendali alat, membangun daya imaginasi unit dan peralatan dalam alam bawah sadar pekerja agar mampu berkomunikasi detail dan tepat untuk interaksi tugas secara team, termasuk dari dan / keluar DCS (ruang kendali) vs di Lapangan unit proses.
    4. Membangun pemahaman tentang indikasi normal / tidak normal peralatan, kondisi unit serta tata cara antisipasinya untuk bisa mengamankan dari kondisi yang tidak normal secara perorangan atu team.
    5. Membangun system tata kerjaperorangan, peralatan, dan unit proses kilang atau tata kerja secara team untuk bisa memantau peralatan kondisi normal, test run unit untuk perencanaan operasi, keekonomian, pemeliharaan dan kehandalannya, termasuk mengendalikannya saat abnormal atau saat emergency.
    6. Pada unit proses khusus, membangun keterampilan timdalam jumlah yang besar untuk bisa melewati saat kritikal disaat akan menormalkan suatu unti proses. Hal demikian bagaikan harus melewati ktitikal speed rotating equipment besar (big compresor) yang dilakukan oleh satu pekerja terlatih, tapi unit unit atau kilang tersebut harus dikerjakan oleh tim dalam waktu yang sangat singkat. Artinya, tim bekerja secara team, solid menuntaskan bagai masalah, satu tangan untuk bisa melewati masa kritis transient kondisi kilang tersebut tanpa ada kesalahan.
    7. Membangun kemampuan bekerja akuratdalam pengendalian alat, unit proses, didukung oleh sesama tim dengan standard normal yang di mengerti dan disepakati karena sesuai rencana kerja dan dalam batas design kemampuan peralatan dan batasan variable proses yang ekonomis tapi efektif.
    8. Memelihara Standard Keterampilan Terlatih untuk senantiasa bisa mengoperasikan dan mengaman kan operasi refinery dalam segala situasinya.
    9. Ukur Kemampuan perorangan dan kelompok, terukur, bisa diukur untuk memastikan bahwa unit kilang narus tersebut bisa dijalankan secara benar dan aman, baik untuk kondisi normal, emergency atau bila ada kebakaran. Semua perlu dibuktikan denagn assessment readiness sebelum kilang baru tersebut start-up. Asset yang mahal memerlukan kepastian untuk bisa dijalankan dengan aman dan lancar.
rfcc kilang bbm
RNC Unit Khusus FCC / RCC / RFCC menjadi bagian khusus yang dibahas tentang aspek teknologi dan operasinya. Unit Khusus ini dipasang dikilang besar Nusantara. Di Jawa TengJawa Barat, dan di Kalimantan Timur. Sedang kan di Sumatra Selatan - Sei Gerong / Palembang Terdapat FCC Pertama kali dibangun yang sampai saai ini tetap menjadi Unit Utama Penghasil Produk BBM dari Fraksi Berat hasil Unit Destilasi Kilang Palju-Sei Gerong Tersebut.

III. Organisasi Project Baru dan Training Team Operasi

Bila ada Unit Baru atau Project Baru, maka perlu organisasi baru.

Pada project baru yang cukup besar, diperlukan strategy dan upaya khusus,  sejak dimulai dibangun pertama kali semua infrastruktur Kilang. Perlu dibuat Organisasi tempat manpower yang akan bertugas. Laksanakan rekruitment manpower yang akan dilatih, untuk bisa diberi tugas dan tanggung jawab.

Disiapkan tata kerja, sarana kerja, dan pilih para pekerja penggerak dipekerjaan tersebut. Pilih dan tetapkan pimpinan motor organisasi baru  yang mampu melibatkan pekerja terkait dan lain sebagainya.

Persiapan dan bangun system management operasi yang bisa bergulir menjadi suatu proses bisnis yang diinginkan dan bergulir menjadi suatu loop kegiatan periodic dan rutin.

Agar rolling atau berjalan pada semua aktifitas, bangun kemampuan leader kelompok pengarah dan pengendali dan sebagai network system kendali dan system informasi.

Laksanakan training teori dan pelatihan – praktek nyata serta laksanakan serta siap uji. Pilih leader, bekali kemampuan yang diperlukan untuk memimpin sarana kilang yang kompleks, Bila adan atau tersedia diambil dari yang memiliki bakat dan berpengalaman khusus dari kilang lain kecuali kader terbatas.

Membangun awal kegiatan yang demikian merupakan seni management pelatihan tersendiri. Dalam mempersiapkan training bangun kemampuan manpower pekerja dengan sasaran kemampuan “Diatas Standard Minimum”. Yakinkan Standard knowledge dan skill teknis, sampai management secara team sesuai levelnya. Bagun Skill  atau Pembiasaan Tugas Kilang dan bukan deliveri teori tapi praktek langsung“, khususnya membangun kemampuan para pengelolaan teknis kilang.

1. Membangun Team Secara Bertahap

Konsep Sederhana – “Leveling Basic Knowledge / Knowhow & Skill Competency Operasi Kilang”

OPERATION SKILL FOR TEAM CSU & TEAM WORK DEVELOPMENT ACADEMY OPERATOR NEW PROJECT

Merangkai proses bisnis merancang hasil pada tujuan akhir. Rancang rangkaian tahapan kegiatan persiapan sejak awal, dengan tata waktunya sampai ke tahap akhir menjadi “rangkai kegiatan untuk membangun proses bisnis” perlu ditindak lanjuti. Diperlukan instruktur terlatih untuk skill development yang demikian.

2. Paham dan Terlatih Untuk Tugas & Tanggung Jawab Serta Support Management

Refinery, dalam sistim management hydrocarbon proses di refinery, dinilai cukup komplek. Diperlukan kepastian kemampuan dan kebisaan (skill) serta kebiasaan bekerja operasi yang terlatih baik (Kompetensi)

Terbiasa untuk menjaga kondisi agar selalu tertib prosedur yang aman, dan terbiasa selalu waspada. Bekali pemahaman teknologi proses, pemahaman teknis peralatan, batasan design untuk operasi yang aman tidak merusak alat dan teknik lingkungan. Biasakan kerja tepat prosedur, tepat reporting dan terbiasa mempersiapkan bekerja teratur secara bersama sama.

Untuk itu perlu pelatihan pembiasaan dengan dukungan pelatihan kerja rutin pembentukan kebisaan dan kebiasaan kerja di Kilang Kilang Sejenis. Kemampuan kerja atau Skill / Kompetensi Operasi teknis dibangun untuk Unit Proses tempat mereka bekerja mendatang di project barunya. Pelatihan melalui peralatan dengan sarana Teknologi Unit Proses yang Sejenis dirempat lain.

Pemahaman juga terhadap adanya berbagai potensi bahaya bersifat emergency perlu cepat diatasi, serta tata cara mengatasinya. Belajar memahami adanya aspek lingkungan serta tatacara kendali dampak lingkungan dengan tata cara best praktis untuk menangani bila itu terjadi.

Pemaham atas prosedur – sistim tatakerja, pengelolaan dilengkapi dengan cheklist operasi sampai diyakini persiapan cukup matang dan terdokumentasi.

Antisipasi Emergency operasi dan kendali dampaknya. Bangun dan dipersiapkan untuk dikelola dengan baik, sebagai bagian kegiatan kontrol dan waspada rutin, mendukung dan sejalan dengan kesiapan unit refinery baru tersebut. Sebelum Kilang Project baru dijalankan, perlu dialkukan simulasi emergency dan tatacara mengatasi secara team work