KILANG-BBM-VIRTUAL-(KBV)
RefineryNusantara.Com-(RNC)
Koleksi-Tulisan-Tentang-Operasi-KIlang
Welcome to KBV-RNC
Kilang BBM Virtual - RNC
Refinery-Nusantara.Com (RNC)
Informasi-Unit-Proses-Khusus-Kilang
kapasitas kilang nusantara 2026
Kapasitas dan Letak Kilang
Kilang BPP
Kilang Lainnya 1024x727

Skematik Alur Crude Sampai Jadi Produk Kilang

crude oil jadi produk dan dikirim ke konsumen
Crude dari Sumur Bor Darat / Laut Dikirim ke Kilang Via Pipa / Kapal
screenshot 2025 02 06 133239

Crude Oil (Minyak Mentah atau Minyak Bumi) diperoleh dari sumur minyak bumi dari sumur bor di darat atau di lautan. Crude oil dibawa kapal ke kilang setelah dipisahkan dari air dan lumpur bawaan dari sumur, air garam dan padatan ikutan saat produksi dari sumur bor. Crude sebelum dikirim ke kilang, dikumpulkan di tangki aera eksprolasi produksinya.

Crude oil yang telah siap, dikirim ke kilang via pipa atau via kapal. Dan sebaliknya (bila telah diolah di kilang) produknya juga di distribusikan via Kapal, Via Pipa dan sebagian via truk dari Kilang.

Kilang Menerima Crude Dari Kapal di Dermaga atau Via Pipa. Crude diterima masuk Masuk Tanks Farm (tanki tanki) Khusus Crude. Crude disiapkan, diendapkan. Kemudian yang telah siap dipompakan, dikirim ke CDU (Crude Distilling Unit) dengan kombinasi crude lain (Blending Crude) lain agar komposisi Crude Setara dengan komposisi Crude sesuai atau mirip komposisi HC saat Design CDU, agar CDU optimal hasil kerja fraksinasi nya.

Crude sebelum CDU dilewatkan Desalter untuk pembersihan sisa garam dan endapan kotoran lain sebelum melewati furnace heater Feed CDU dan langsung ke inlet feed pada tray tertentu di di kolol CDU untuk proses fraksinasi memisah komposisi Hydrocarbon dalam crude tersebut. CDU dengan berbagai lapis (tingkat tray dari bawah ke atas) tray mendestilasi fraksi hydrocarbon sesuai titik didih dan titik embun di sejumlah tray dibantu reflux bertingkat di internal tray dan refluks eksternal pada tray tertentu sambil sebagian draw off (dialirkan keluar fraksi tertentu) sebagai produk tertentu.
Pada Bottom kolom CDU ada Reboiler guna memanaskan dan menjaga panas kolom stabil dari bottom sampai top kolom saat proses fraksinasi berlangsung kontinyu di tray kolom.

CDU Mengolah dan memilah fraksi kandungan hydrocarbon Crude Oil Jadi fraksi berbagai produk gas, naphtha, light gas oil, heavy gas oil, Bahan Bakar Minyak fraksi medium, fraksi berat dan residu residu di bottom Kolom CDU.
Pasca CDU setiap Stream ada yang langsung dilewatkan ke Hydrotreating membersihkan kandungan kontaminannya ada yang langsung ke Tangki untuk siap blending ada yang dilewatkan ke unit hydrotreating pembersihan atau ke unit proses lainnya diolah lanjut. Semua tergantung jenis fraksi, berat ringan dan kontaminan yang dikandungan tujuan keekonomian pruk sesuai design.

Pasca CDU Disediakan Berbagai Unit Lain, Seperti Hydrotreating Unit, CCR/Platforming, FCC /RCC /RFCC atau Unit Lain. Contoh Berikut Antara lain

lnht isomerization and ccr platforming
Naphtha Hydrotreating, Isomerization and CCR/ Patforming
rfcc1
RFCC

Pada Kilang Bahan Bakar Minyak, produk utama yang dihasilkan adalah bahan bakar minyak (BBM). Produk tertentu diupayakan memiliki ON (Angka Oktan) tinggi sebagai produk BBM andalan dan nilai ekonomi tinggi. ON tinggi dikenal mampu memicu kemampuan ignition instant di piston yang cepat besar hingga meningkatkan daya dorong mesin mobil. 

Makin tinggi ON makin tinggi makin kuat cepat letupan daya dorong  piston mesin mobil dan akhirnya ke daya dorong kendaraan mobil. Ada dua pilihan unit proses yang berbeda untuk meninggikan ON ini. Sesuai feed nya. Ada Unit NHT (Naphtha Hydrotreater) dan Isomerisasi. Untuk membersihkan feed naphtha perlu Unit NHT sedangkan Unit isomerisasi menaikkan ON naphta. Unit lain seperti  CCR/Platforming (Catalytic Continues Circulation Regerator meregenerasi katalis psaca pakai di reactor dan Reactor Platforming untuk menaikkan ON dengan bantuan katalis) yang meningkatkan ON naphtha lebih tinggi secara kontinyu sambil regenerasi katalis di regenerator nya (CCR). 

Khusus fraksi oil yang lebih berat hasil CDU, perlu unit Cracking Fraksi berat Oil dari CDU tersebut bisa dengan FCC atau RCC/RFCC bila lebih berat lagi fraksi tersebut.  Itu unit khusus pilihan untuk BBM. 

Salah Satu produk FCC/RCC/RFCC ada fraksi propylene yang bisa untuk jadi poly propylene produk khusus bahan baku plastik

Perkembangan teknologi memungkinkan untuk memperoleh BBM dari bahan baku lain seperti Kalapa Sawit, Hasil Gasifikasi Batubara, atau lain sebagainya yang akan selalu diuji faktor keekonomian proses dan produknya untuk bisa dan siap bersaing dipasaran.

Untuk diketahui secara khusus. Bahan baku BBM berupa Crude Oil atau minyak mentah yang berasal dari semua sumber minyak mentah yang disebut sumur bor minyak bumi selalu berbeda beda kandungan fraksi dan komposisi dan bentuk ikatan senyawa karbon kimianya

Fraksi Fraksi hydrocarbon rantai pendek sampai rantai hidrokarbon panjang, rantai lurus atau rantai lingkar C5 atau C6 nya berbeda disertai impurities bahan pengotor ikutannya juga berbeda sehingga nilai ke ekonomian sebagai crude dijual dengan harga berbeda beda. Berbeda karena sesuai design CDU tertentu atau blending tertentu dan hasil akhir tertentu yang diinginkan produsen kilang.

Hal Itulah menyebabkan untuk setiap kilang CDU atau Crude Distiling kilang membutuhkan jenis minyak dipilih karena CDU berbeda beda sesuai konfigurasi internal di kolom CDU itu sendiri atau di sekati dicari / didekati dengan crude blending bilamana jenis crude sesuai kebutuhan asal design tidak tersedia atau kurang dari semula. Inilah kondisi yang ada dalam bisnis crude diseluruh dunia, juga di Nusantara ini. Blending dilaksanakan di Kilang. Karenanya Fasilitas Tangki Crude harus disiapkan besar /banyak dan siap untuk itu. pada beberapa negara, stok crude di tangki kilang ada yang bisa sampai 6 bulan, selain untuk kestabilan penyediaan CDU, ada juga yang untuk siap mengatasi gejolak harga crude dunia bila ada gejolak.

Proses Unit di Kilang. Unit Proses Kilang dilengkapi unit utama atau primary processing seperti CDU yaitu unit pemisahan komposisi fraksi hidrokarbon secara fisis, memisahkan komponen hydrokarbon fraksi ringan (rantai hydrocarbon pendek) sampai fraksi berat (hydrocarbon rantai panjang) berdasarkan perbedaan komposisi dan titik didih pada pelat pelat (tray kolom) pemisah fraksi dalam kolom destilasi bertingkat. Berikut suatu contoh interkoneksi antar unit proses disuatu Refinery.

PFD KIlang 1 Contoh 1000x1024
Rfcc Balongan
RCC
rfcc axens

Unit Khusus - FCC / RCC / RFCC (unit Cracking Fraksi Minyak Berat)

Exxon Model IV E1780040519594
kilang fcc or rfcc

Perkembangan teknologi Kilang Pengolah BBM berkembang terus. Perengkahan hydrokarbon fraksi berat dari Theral cracking berubah dan berubah sampai pada era RCC, RCC fan RFCC

menggunakan bantuan katalis agar lebih terarah dan efektif pada kondisi reaktornya. Mungkin suatu saat ada temuan teknology baru. Masih kita tunggu.

Rx Rg RFCC
rcc balongan
DESKRIPSI SINGKAT Unit FCC, RCC & RFCC

FCCU , RCC and RFCC, Unit pengolah fraksi berat hasil destilasi CDU. Dipilih RCCU karena produknya berupa fraksi hydrocarbon (HC) lebih ringan dan bernilai ekonomi tinggi. Diutamakan unit ini untuk mengolah minyak fraksi berat atau minyak sisa (rantai hidrokarbon masih panjang) menjadi hidrokarbon (minyak) rantai lebih pendek yang bernilai ekonomi rendah. 

Detail Proses FCC/ RFCC / RCCU

Sebagai unit proses sekunder, FCC, RFCC atau RCC cukup fleksible dalam persyaratan  feed maupun produknya, dan variasi produknya, namun dalam pengoperasiannya perlu ketelitian dan kewaspadaan, termasuk untuk menjaga kehandalan peralatannya. Pekerja harus memahami dan terlatih dalam prosedure emergency

                                                                                                    (Kembali Keatas)