Skematik Alur Crude Sampai Jadi Produk Kilang
Kilang Menerima Crude Dari Kapal di Dermaga atau Via Pipa. Crude dikirim masuk Masuk Tanks Farm Khusus Crude. Crude disiapkan, diendapkan. Kemudian yang telah siap dipompakan, dikirim ke CDU (Crude Distilling Unit) dengan kombinasi crude lain (Blending Crude) lain agar komposisi Crude Setara dengan komposisi Crude sesuai / mirip komposisi HC saat Design CDU, agar CDU optimal kerjanya.
Crude dilewatkan Desalter untuk pembersihan sisa garam dan endapan kotoran lain sebelum melewati furnace heater Feed CDU dan langsung ke inlet feed pada tray tertentu di CDU untuk proses fraksinasi memisah komposisi Hydrocarbon dalam crude tersebut. CDU dengan berbagai lapis tray mendestilasi fraksi si hydrocarbon sesuai titik didih dan titik embun di sejumlah tray dibantu reflux bertingkat internal dan refluks eksternal pada tray tertentu sambil draw off (dialirkan keluar fraksi tertentu).
CDU Mengolah dan memilah Crude Oil Jadi fraksi berbagai produk gas, naphtha, dan Bahan Bakar Minyak fraksi medium, fraksi berat residu dan Bahan Baku Petrokimia
Pasca CDU Disediakan Berbagai Unit Lain, Seperti Hydrotreating Unit, CCR/Platforming, FCC /RCC /RFCC atau Unit Lain. Contoh Berikut Antara lain
Kilang Bahan Bakar Minyak memproduksi BBM yang diperoleh dari pengolahan minyak mentah (Minyak Bumi atau Crude Oil) menjadi bahan bakar minyak (BBM) melalui unit proses destilasi dan proses lainnya). Crude dari sumur minyak bumi dari sumur bor di darat atau di lautan. Crude dibawa kapal ke kilang setelah dipisahkan dari air dan lumpur bawaan dari sumur, air garam dan padatan ikutan saat produksi dari sumur bor. Crude sebelum dikirim ke kilang, dikumpulkan di tangki.
Crude oil yang telah siap, dikirim ke kilang via pipa atau via kapal. Dan sebaliknya produk juga di distribusikan via Kapal, Via Pipa dan sebagian via truk
Perkembangan teknologi memungkinkan untuk memperoleh BBM dari bahan baku lain seperti Kalapa Sawit, Hasil Gasifikasi Batubara, atau lain sebagainya yang akan selalu diuji faktor keekonomian proses dan produknya untuk bisa dan siap bersaing dipasaran.
Bahan baku BBM berupa Crude Oil atau minyak mentah yang berasal dari semua sumber minyak mentah yang disebut sumur bor minyak bumi selalu berbeda beda kandungan fraksi dan komposisi kimianya. Fraksi Fraksi hydrokarbon rantai pendek sampai rantai hidrokarbon panjangnya berbeda disertai impurities bahan pengotor ikutannya juga berbeda sehingga nilai keekonimian crude selalu berbeda beda berbeda beda.
Hal Itulah menyebabkan untuk setiap kilang CDU atau Crude Distiling kilang membutuhkan jenis minyak dipilih mereka juga berbeda beda sesuai konfigurasi internal di kolom CDU itu sendiri atau disekati dengan crude blending bilamana jenis crude sesuai kebutuhan asal design tidak tersedia atau kurang dari semula. Inilah konsisi yang ada dala bisnis crude diseluruh dunia, juga di Nusantara ini.
Proses Unit di Kilang. Unit Proses Kilang dilengkapi unit utama atau primary processing seperti CDU yaitu unit pemisahan komposisi fraksi hidrokarbon secara fisis, memisahkan komponen hydrokarbon fraksi ringan (rantai hydrocarbon pendek) sampai fraksi berat (hydrocarbon rantai panjang) berdasarkan perbedaan komposisi dan titik didih pada pelat pelat (tray kolom) pemisah fraksi dalam kolom destilasi bertingkat. Berikut suatu contoh interkoneksi antar unit proses disuatu Refinery.
Unit Khusus - FCC / RCC / RFCC (unit Cracking Fraksi Minyak Berat)
Perkembangan teknologi Kilang Pengolah BBM berkembang terus. Perengkahan hydrokarbon fraksi berat dari Theral cracking berubah dan berubah sampai pada era RCC, RCC fan RFCC
menggunakan bantuan katalis agar lebih terarah dan efektif pada kondisi reaktornya. Mungkin suatu saat ada temuan teknology baru. Masih kita tunggu.
DESKRIPSI SINGKAT Unit FCC, RCC & RFCC
FCCU , RCC and RFCC, Unit pengolah fraksi berat hasil destilasi CDU. Dipilih RCCU karena produknya berupa fraksi hydrocarbon (HC) lebih ringan dan bernilai ekonomi tinggi. Diutamakan unit ini untuk mengolah minyak fraksi berat atau minyak sisa (rantai hidrokarbon masih panjang) menjadi hidrokarbon (minyak) rantai lebih pendek yang bernilai ekonomi rendah.
Detail Proses FCC/ RFCC / RCCU
Sebagai unit proses sekunder, FCC, RFCC atau RCC cukup fleksible dalam persyaratan feed maupun produknya, dan variasi produknya, namun dalam pengoperasiannya perlu ketelitian dan kewaspadaan, termasuk untuk menjaga kehandalan peralatannya. Pekerja harus memahami dan terlatih dalam prosedure emergency
