"Kilang RNC"
'Kilang BBM Virtual' - "RefineryNusantara.Com"
RefineryNusantara.Com – “Kilang BBM Virtual” – menyajikan Catatan, Koleksi Tulisan dan Gambar berbagai kegiatan yang pernah dilakukan dan dirasa perlu dilakukan bila sedang bertugas di berbagai Kilang BBM atau Kilang Petrokimia sejenis.
Informasi berbagi pengalaman teknis ini mungkin penting bagi yang sedang memerlukannya, terutama yang bekerja di kilang.
Beberapa unit proses tertentu di Kilang Nusantara di design oleh berbagai Process Licensors dan Vendors yang berbeda atau Process Licensor yang bekerja sama kita.
Informasi ini disajikan apa adanya, semoga menjadi informasi yang bermanfaat.
Catatan – RefineryNusantara.Com
Pada Beberapa Kilang Internasional di beberapa negara lain yang pernah kami kunjungi, budaya kerja kendali kilang mereka mirip. Yang berbeda saat diperhatikan adalah “Tingkat efektifitas dan efisiensi kerja rutin” yang berbeda. Perhatian terhadap Safety hampir semua sama, karena itu prisip utama mengelola kilang yang mengolah bahan mudah terbakar, bahkan bisa meledak.
Ada kilang yang selalu rapi, bersih, di ruangan Control Room dan Di lapangan. Peralatan alat bantu kerja (tools operasi, dan alat apapun untuk kerja) tersusun rapi, tuntas.
Ada yang membiasakan cara merekam kondisi yang teknis kontrol, di rekam kondisi operasi peralatan di lapangan pakai alat perekam / hingga direkam efektif baik dengan alat elektronik bawaan yang handy. Ada yang manual. Data nantinya ditulis, atau ditransfer sebagai rekam jejak kondisi peralatan saat itu (Shift itu) oleh pekerja lapangan di pos jaga mereka.
Namun ada juga yang area field di kilang serba kontor berdebu tapi aman, safety terjaga baik. Dibersihkan periodik, mungkin berkala mingguan.
Sebaliknya di Indonesia, di masa lalu, ada kilang yang kurang waspada (terlena yakin aman), dan ada Kilang yang selalu waspada.
Pernah terjadi di malam hari, peralatan tengah operasi rusak (sedang jalan), ada coupling motor ke pompa yang patah, shaft pomp/ coupling menghantam casing pompa dan bocor, minyak tersemut kecil, nyaris terbakar besar besar.
Yang memprihatinkan, Dalam diskusi masih dinilai seakan akan ini kebetulan. Ini “kesalahan teknis kontrol per shift” yang kurang efektif ke area peralatan sedang beroperasi di area peralatan kilang, hal ini beresiko terhadap safety kilang.
Dalam diskusi dikatakan ada lag of mechanical inspection by team RE mechanic padahal kontrol area kerja periodik saat shit itu wajib.
Namun harus diakui juga bahwa kebanyakkan Kilang di Indonesia yang terkendali baik, bersih, aman, tertib, terawat baik walau usia telah lanjut.
Budaya membiasakan kerja dan kontrol efektif, rutinitas dilatih, yang dibiasakan / diharuskan saat kerja menjadi jaminan sukses dan amannya kilang beroperasi.
Dalam Catatan Operasi masa lalu, “Pengetahuan tentang kualitas material peralatan konstruksi seperti pipa minyak atau material yang diproses, suhu dan ketahanan terhadap ‘suhu, erosi, korosi dan temperatur kerja dan design material serta jenis material yang diproses terhadap peralatan sangat penting, dipahami pekerja setempat, karena ini sangat terkait dengan kehandalan jenis peralatan operasi.
Pemahaman Hal diatas sangat terkait erat dengan “Plant Patrol per Area Tugas masing masing” untuk menjaga kehandalan unit, peralatan dan safety area kerja tugas masing masing di Kilang.
Ilmu demikian harus dimiliki para engineer dan pengawas kilang. Berikan ilmu tersebut bertahap sesuai tingkat tugas dan kematangan masa kerja untuk mendukung kehandalan kilang. Biasanya ilmu tambahan wawasan ilmu demikian bisa diperoleh dari expert ilmuwan specialist dari lembaga tertentu di Indonesia, atau dari Fakultas Teknologi Ternama yang memiliki ilmuwan para specialist dan para peneliti atau riset nya.
Study Banding.
Saat di Jepang atau di Amerika, kita dari Indonesia (bersama team Engineer Kilang Negara lain) pernah diperkenalkan dengan tempat riset mereka, tempat uji coba safety atau penelitiannya, bahkan diperlihatkan contoh peralatan tempat uji coba yang dipakai mereka sepintas. Hal demikian Tentu bila Kilang punya ikatan tertentu dengan para Process Licensor atau lembaga negara yang bersangkutan, akan lebih detail.
Bila pelatihan dari lembaga Internasional, peserta dari multi negara, akan lebih membuka wawasan. Ada baiknya jika kilang besar ingin lebih maju memberi kesempatan pekerja tertentu yang terpilih dibekali study banding dan kursus ke tempat yang serupa itu.
Aspek Safety Yang teledor.
Perlu juga diketahui, bahwa di Kilang Internasional juga ‘ada keteledoran dalam pengawasan dan penugasan kerja’. Toh faktanya ada juga kebakaran di beberapa kilang negara lain yang juga terjadi.
Solusinya bagaimana ?
- Kontrol Area Kilang (Keliling) berkala oleh atasan / pengawas. Bila terbiasa bila ada yang aneh, mungkin aroma, getaran, atau didengar ada berbeda dari normal (biasanya), area tersebut seakan akan meminta perhatian khusus. Itu kharacter alami petugas senior.
- Kontrol Area kerja, jangan ada yang teledor oleh petugas setempat.
-
- Area field area operasi peralatan di kilang tidak boleh kotor dan berdebu tebal walau aman, safety terjaga baik.
- Peralatan kerja dilapang tidak boleh berserakan. Harus disusun ditempat khusus yang seharusnya disiapkan dan tersusun rapi siap pakai bila selesai dipakai kerja. Untuk siap dipakai lagi yad.
- Laksanakan Patroli peralatan Kilang, cegah jangan sampai ada yeng terlewati, yang kurang /tidak efektif / tidak aman untuk dioperasikan. Kontrol oleh Team Operasi (Per Shift) oleh Tea Mechanical secara berkala (guna evaluasi aspek kehadalan mechanical peralatan)
- Jangan ada atau terbiasa / dibiarkan walau sebentar, ada tombol peralatan Instrumentasi di bypass (di non aktifkan). Walau itu untuk level. Over flow Minyak akibat bypass (alarm high maupun low) bisa fatal. Over flow bisa terbakar, low alarm bisa merusak pompa.
- Kenali titik lemah peralatan kilang atau yang di design khusus. Oleh Engineer, area yang potensi korosi keropos, peralatan yang vibrasi dan yang high temperature dengan design material khusus, area yang potensi toxic gas tersebar dll.
Hal demikianlah “pentingnya kontrol rutin peralatan, safety peralatan yang tengah beroperasi dan melatih pekerja untuk sikap peduli dan sensitif terhadap area kerja nya. Skill / terlatih dan Sikap Tanggung jawab disetiap tempat kerjanya.
Intinya kondisi peralatan di lapangan harus dipantau, terekam / direkam untuk dievaluasi kondisinya, aman terkendali, safety terjaga. Hal demikian mirip / serupa ada di beberapa kilang lain seperti di beberapa kilang di Jepang, di Amerika dan di Australia yang kami kunjungi sebagai study banding saat yang lalu bersama process licensornya.
Intinya, Di Kilang Perlu Ada kontrol kondisi peralatan operasi yang ketat, Perlu Terbiasa Keputusan untuk perbaikkan sangat cepat, tepat dengan mitra kerja pemeliharaan profesional dan efektif untuk menunjang keperluan operasi kilang.
Di era kini, walau alat bantu visual via video, zoom dan data bisa serba otomatis, namun kontrol oleh pekerja personal terlatih (skill and awarennes) tetap diperlukan karena suasana aman, getaran dan suara per area perlu dirasakan dan dinilai oleh mereka yang profesional.
- Crude yang diterima Kilang di simpan di Tanki Crude Oil. (Diterima dari Kapal atau dari pipa, diukur dan diendapkan dulu).
- Dari Tanki pasca diukur dan disample (periksa kualitas) dikirim ke CDU via Desalter
- Desalter membersihkan garam dan kotoran ikutan dari Crude.
- UNIT CDU mendestilasi crude menjadi fraksi produk berdasarkan titik didih dan titik embun bawaan fraksi di tray CDU sesuai fraksi Hydrocarbon yang ada dalam Crude. Produknya dikirim de down stream unit (Unit berikutnya).
- Unit Down-Stream CDU:
- Ada Unit proses treating yaitu proses tanpa atau dengan bahan kimia tertentu atau ada yang perlu H2 (Unit hydrotreating. Kadang ada unit perengkahan yang merubah hidrokarbon menjadi produk lebih bernilai ekonomi tinggi.
- CDU, memisahkan fraksi (C1, C2 dan gas ikutan ringan lainnya), LPG (C3, C4), Light Naphtha dan heavy Naphtha, (Kerosene) komponen avtur, LGO/HGO komponen Solar, dan long residue.
- Vacum Unit Destilasi – Destilasi bertekanan rendah (vakum, dibawah tekanan tasmopheric tertentu).
- Ada Juga Kilang tanpa Vacum Unit Destilasi. Namun Residue nya diolah di FCC, RCC atau RFCC. Pilihan ini sesuai jenis fraksi hydrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi tersebut.
- Kilang menyediakan Tank Farm Crude Oil dan Tanki intermediate, Tanki Blending, Tanki slop oil dan Tanki Finished Produk.
- Finished Produk yang sesuai spesifikasi untuk dipasarkan, siap kirim, dikiri keluar kilang untuk dipasarkan. Ada via perpipaan atau via perkapalan atau Truk Tanki
Crude Produk dari Bawah Permukaan Kulit Bumi, di Darat atau pun Dilaut. Jumlah Produksi Cenderung sesuai kebutuhan pasar (Permintaan) untuk menjaga harga. Disisi lain, ada yang crude makin berkurang di suatu sumur. Akibatnya CDU tertentu di pasar internasional mencari sumber yang stabil dan stabil atau pengganti bila crude semula saat design pertama telah habis. Namun crude pengganti harus sesuai untuk CDU yang telah dibangun.
Oleh karena situasi crude terbatas atau harus berganti, perlu Blending Berbagai Crude di Kilang dari crude yang dipilih agar serupa atau mendekati crude asli saat design CDU tersebut.
Crude dikenal ada light, medium dan heavy crure. Diperlukan adanya ahli yang memahami Crude Assay, saat mebeli, memilih kualitas crude yang sesuai.
Crude Assay hasil dari evaluasi di Laboratorium, harus dimiliki datanya oleh setiap pengguna / pembeli untuk setiap jenis crude. Apalagi untuk blending sesuai CDU Kilang. Hal demikian dapat membantu memahami fraksi produk dan proses pemurnian , treating product yang sesuai.
| Light crude | API > 31,1 |
| Medium crude | 22, 3 > API < 31,1 |
| Heavy crude | 10,0 > API < 22,3 |
| Extra-heavy crude | API < 10,0 |
| Dimana ρ = specific gravity of crude oil |
Crude Hasil Blending Masuk Ke CDU untuk Didestilasi diproses jadi BBM dan Bahan Baku Produk Petrokimia.
FCC / RCC / RFCC
Unit Proses merengkah Fraksi Berat Hasil (sisa) Destilasi Crude Oil CDU secara proses catalytic cracking.
Perlu Pemahaman Teknologi Peralatan, Paham Cara Kerja Peralatan dan Paham Proses nya sebagai fondasi kehandalan saat Meng-Operasi dan Membuta Conversi Terbaik, Ekonomis Untuk Perusahaan
Kendali Potensi Margin Laba Melalui Operasi Kilang
Sangat Bergantung Kepada “Kelancaran, Kehandalan Pengendalian Variable Operasi” Yang Tepat dan Baik.
(a). ‘Margin Laba Operasi Kilang’ {Hasil Jual Produk – [Modal Operasi + cicilan investasi (Pembaharuan Peralatan)]}.
(b). Minimal Ada “7 Point Prasyarat Operasional Asset Kilang Yang Handal” dan Produktive, Sebagai Berikut ini:
-
- Kestabilan Operasi Kilang – diawali dari ‘Ketersediaan’ Utilities Kilang dan Operasi Unit Proses. (Kehandalan Operasi dan Kestabilan Supply ‘Utilities’ diseluruh Kilang) (Kestabilan Masing Masing Variable yang disupplai : (P) Tekanan, (T) Temperatur, (T/H) Jumlah Steam, Utilities Water, Cooling Water, BFW, Suplai Udara Utilities ( IA Udara Instrument, N2 Nitrogen, dan PA Plant Air. Kestabilan Supplai Tenaga Listrik, Fuel oil dan Fuel Gas) di setiap saat Unit dan Peralatan Kilang memerlukan. Kilang terganggu ada ‘Sarana dan variable Operasi Ulities” tersebut tidak stabil.
- Kehandalan Performance Operasi Peralatan Unit Kilang – yang handal dan Stabil / kokoh untuk dioperasikan Operasi di Unit Unit Proses Jangka Panjang.
- Supply Bahan Keperluan Operasi – Penyediaan Bahan Baku Operasi. Crude, Catalyst, Bahan Kimia, Bahan perawatan peralatan kilang, Fasilitas operasi harian, yang tersedia tepat waktu serta Lifting Produk jadi secara terencana dan pelaksanaan yang baik.
- Perawatan Rutin bergantian Saat Operasi didukung Ketersedian Spare parts dan tea maintenance rutin di luar Perawatan TA beriodik.
- Keamanan dan Safety Area dan Peralatan Kilang , semua fasilitas kilang yang terpantau baik dan terkendali, dirawat kesiapannya untuk aman dan siap pakai setiap saat. Siap di audit dadakan setiap saat. Pekerjapun semua berlatih, terlatih siap “In Case Of Emergency” secara unit masing masing ataupun secara over all refinery oleh Team Management Unit ataupun pusat. (Siap Uji)
- Kemampuan Pengelolaan Kilang Oleh Manpower yang tersedia. Aspek Pola Management, Skill dan Kompetensi, Team Work manpower sesuai tugas jabatan yang diperlukan. Apakah sudah terlatih baik dengan bekal pengalaman yang cukup, menjadi taruhan citra keberhasilan operasi untuk Asset KIlang yang padat modal dan penuh resiko tersebut.
- Dukungan Eksternal dari berbagai sektor. Vendor, supplier, outsource manpower, network sesama kilang sejenis, dukungan process licensor dan para ahli terkait infrastruktur peralatan kilang yang dibangun sebagainya, sebagai bahagian be to be antar perusahaan.
Catatan.
Perlu Ada evaluasi petugas dan pelatihan berkala. Refreshing kenali peralatan, safety peralatan dan patrol. Terutama bila ada rotasi jabatan / posisi pekerja di area Kilang. Yakinkan Agar efektifitas tugas dan tanggung jawab terdistribusi sebagaimana seharusnya. Teliti “Skill / Knowledge, dan Kompetensi Kerja yang diperlukan di setiap area kerja.
Unit Process dan Utilities Kilang. Seluruh Yang Terpasang Harus ‘Lengkap dan Handal’
"UTILITIES SYSTEM dan KEHANDALAN"
(Sebagai Urat Nadi Penggerak Peralatan Kilang, Harus Handal)
Utilities Kilang
Umumnya disetiap lokasi yang tersebar kilang, disediakan Udara pabrik, Udara Instrument, Nitrogen, Plant Water, LP Steam, di tempat tertentu. Tapi Spray and Shower Water di sediakan (bila kena percikan bahan kimia) di area tertentu.
UTILITIES YANG KHUSUS UNTUK PERALATAN OPERASI PABRIK DISIAPKAN
Raw Water, Treated Water, Plant water, Drinking Water, Demin Water, Cooling Water.
UNTUK KEPERLUAN KHUSUS - ALAT KILANG - DISIAPKAN 'WATER QUALITY KHUSUS AND DISTRIBUSI kHUSUS' ~> "DEMIN PLANT" ~> BOILER WATER ~> ADA BOILER TEKANAN TERTENTU -, PENHASIL STEAM / STEAM GENERATION SYSTEM DAN DISTRIBUTION ~> PENGGERAK 'ELECTRIC POWER GENERATOR SYSTEM And Electric Power Distribution' Penggerak Motor Listrik Peralatan Kilang DI "KILANG dan PERALATAN KILANG"
~> SEMUA SARANA dan PRODUK ULITITIES ~> "HARUS HANDAL"
