"Kilang RNC"
'Kilang BBM Virtual' WebSite "RefineryNusantara.Com"
Kilang RNC – Kilang BBM Virtual RefineryNusantara.Com – menyajikan Catatan dan Koleksi tulisan berbagai kegiatan yang biasa dilakukan saat operasi rutin di Kilang. Informasi ini bisa untuk bahan masukkan dari berbagi pengalaman teknis dari unit sejenis dari unit proses tertentu yang di design oleh berbagai Process Licensors dan vendors yang berbeda atau Process Licensor yang bekerja sama. Diajikan apa adanya, semoga bermanfaat. SKontak jika ada yang perlu disampaikan.
“Utilities Kilang System Harus Lengkap dan Handal “
"UTILITIES SYSTEM dan KEHANDALAN"
(Sebagai Nadi Kilang, Harus Handal)
Utilities Kilang
Umumnya disetiap lokasi yang tersebar kilang, disediakan Udara pabrik, Udara Instrument, Nitrogen, Plant Water, LP Steam, di tempat tertentu. Tapi Spray and Shower Water di sediakan (bila kena percikan bahan kimia) di area tertentu.
UTILITIES YANG KHUSUS UNTUK PERALATAN OPERASI PABRIK DISIAPKAN
Raw Water, Treated Water, Plant water, Drinking Water, Demin Water, Cooling Water.
UNTUK KEPERLUAN KHUSUS - ALAT KILANG - DISIAPKAN 'WATER QUALITY KHUSUS AND DISTRIBUSI kHUSUS' ~> "DEMIN PLANT" ~> BOILER WATER ~> ADA BOILER TEKANAN TERTENTU -, PENHASIL STEAM / STEAM GENERATION SYSTEM DAN DISTRIBUTION ~> PENGGERAK 'ELECTRIC POWER GENERATOR SYSTEM And Electric Power Distribution' Penggerak Motor Listrik Peralatan Kilang DI "KILANG dan PERALATAN KILANG"
~> SEMUA SARANA dan PRODUK ULITITIES ~> "HARUS HANDAL"
- Crude dari Tanki ke CDU via Desalter
- Desalter membersihkan garam dan kotoran ikutan dari Crude.
- UNIT CDU mendestilasi crode manjadi fraksi produk berdasarkan titik didih dan titik embun bawaan fraksi di tray CDU. Hydrocarbon dalam Crude
- Unit Down-Stream CDU:
- Ada Unit proses treating yaitu proses tanpa atau dengan bahan kimia tertentu atau ada yang perlu H2 (Unit hydrotreating. Kadang ada unit perengkahan yang merubah hidrokarbon menjadi produk lebih bernilai ekonomi tinggi.
- CDU, memisahkan fraksi (C1, C2 dan gas ikutan ringan lainnya), LPG (C3, C4), Light Naphtha dan heavy Naphtha, (Kerosene) komponen avtur, LGO/HGO komponen Solar, dan long residue.
- Vacum Unit Destilasi – Destilasi bertekanan rendah (vakum, dibawah tekanan tasmopheric tertentu).
- Ada Juga Kilang tanpa Vacum Unit Destilasi. Namun Residue nya diolah di FCC, RCC atau RFCC. Pilihan ini sesuai jenis fraksi hydrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi tersebut.
- Kilang menyediakan Tank Farm Crude Oil dan Tanki intermediate, Tanki Blending, Tanki slop oil dan Tanki Finished Produk siap kirim keluar kilang untuk dipasarkan. Ada via perpipaan atau vias perkapalan atau Truk Tanki
Crude Produk dari Bawah Permukaan Kulit Bumi, di Darat ataupun Dilaut. Jumlah Produksi Cenderung sesuai kebutuhan pasar (Permintaan) untuk menjaga harga. Disisi lain, ada yang crude makin berkurang disuatu sumur. Akibatnya CDU tertentu di pasar internasional mencari sumber yang stabil dan stabil atau pengganti bila crude semula saat design pertama telah habis. Namun crude pengganti harus sesuai untuk CDU yang telah dibangun. Oleh karenanya perlu Blending Berbagai Crude di Kilang dari crude yang dipilih agar serupa crude asli saat design CDU tersebut. Crude dikenal ada light, medium dan heavy crure.
| Light crude | API > 31,1 |
| Medium crude | 22, 3 > API < 31,1 |
| Heavy crude | 10,0 > API < 22,3 |
| Extra-heavy crude | API < 10,0 |
| Dimana ρ = specific gravity of crude oil |
Crude Hasil Blending Masuk Ke CDU untuk Didestilasi diproses jadi BBM dan Bahan Baku Produk Petrokimia.
FCC / RCC / RFCC
Unit Proses Khusus - untuk merengkah Fraksi Berat Hasil (sisa) Destilasi Crude Oil.
Perlu Pemahaman Teknologi Peralatan, Paham Cara Kerja Peralatan dan Paham Proses nya sebagai fondasi kehandalan saat Meng-Operasi dan Membuta Conversi Terbaik, Ekonomis Untuk Perusahaan
Kendali Potensi Margin Laba Melalui Operasi Kilang
Sangat Bergantung Kepada Kelancaran, Kehandalan Pengendalian Variable Operasi Yang Tepat dan Baik.
(a). ‘Margin Laba Operasi Kilang’ {Hasil Jual Produk – [Modal Operasi + cicilan investasi (Pembaharuan Peralatan)]}.
(b). Minimal Ada “6 Point Prasyarat Operasional Asset Kilang Yang Handal” dan Produktive, Sebagai Berikut ini:
-
- Kestabilan ‘Ketersediaan’ Utilities Kilang (Kehandalan Operasi dan Kestabilan Supply ‘Utilities’ diseluruh Kilang) (Kestabilan Masing Masing Variable yang disupplai : (P) Tekanan, (T) Temperatur, (T/H) Jumlah Steam, Utilities Water, Cooling Water, BFW, Suplai Udara Utilities ( IA Udara Instrument, N2 Nitrogen, dan PA Plant Air. Kestabilan Supplai Tenaga Listrik, Fuel oil dan Fuel Gas) di setiap saat Unit dan Peralatan Kilang memerlukan. Kilang terganggu ada ‘Sarana dan variable Operasi Ulities” tersebut tidak stabil.
- Peralatan Kilang – yang handal dan Stabil / kokoh untuk dioperasikan Operasi di Unit Unit Proses Jangka Panjang. Suply Bahan Keperluan Operasi – Penyediaan Bahan Baku Operasi. Crude, Catalyst, Bahan Kimia, Fasilitas operasi harian yang tersedia tepat waktu serta Lifting Produk jadi secara terencana dan pelaksanaan yang baik.
- Perawatan Rutin bergantian Saat Operasi didukung Ketersedian Spare parts dan maintenance rutin di luar Perawatan TA berkala.
- Keamanan dan Safety Area dan Peralatan Kilang , semua fasilitas kilang yang terpantau baik dan terkendali, dirawat kesiapannya untuk aman dan siap pakai setiap saat. Siap di audit dadakan setiap saat. Pekerjapun semua berlatih, terlatih siap “In Case Of Emergency” secara unit masing masing ataupun secara over all refinery oleh Team Management Unit ataupun pusat. (Siap Uji)
- Kemampuan Pengelolaan Kilang Oleh Manpower yang tersedia. Aspek Pola Management, Skill dan Kompetensi, Team Work manpower sesuai tugas jabatan yang diperlukan. Apakah sudah terlatih baik dengan bekal pengalaman yang cukup, menjadi taruhan citra keberhasilan operasi untuk Asset KIlang yang padat modal dan penuh resiko tersebut.
- Dukungan Eksternal dari berbagai sektor. Vendor, supplier, outsource manpower, network sesama kilang sejenis, dukungan process licensor dan para ahli terkait infrastruktur peralatan kilang yang dibangun sebagainya, sebagai bahagian be to be antar perusahaan.
