Indonesia memiliki kapasitas sekitar 1,169 MBSD minyak mentah
Ada 7 Kilang Pengolahan BBM yang tersebar di wilayah Indonesia
- RU II Dumai,
- RU III Plaju/Sei Gerong,
- RU IV Cilacap,
- RU VI Balongan,
- RU VIII Kasim,
- RU V Balikpapan
- TPPI
1. RU II Dumai
- RU II Dumai, Terdiri dari Kilang minyak Putri Tujuh Dumai dan Sungai Pakning beroperasi pada tahun 1971 dan dikembangkan lagi kapasitasnya sekitar tahun 1980-1983, hingga berkapasitas sekitar 177 BSD. Kini dikelola oleh Pertamina Refinery Unit (RU) II.
Kilang minyak Dumai menghasilkan berbagai produk olahan antara lain, Premium, Kerosene, Solar, Avtur, Produk Non BBM (Gas LPG), Naphtha, dan Green Cokes.
Kilang minyak RU III Plaju Sungai Gerong Palembang – Sumatra Selatan. Berlokasi di pesisir Sungai Gerong, Palembang, Sumatra Selatan ini dikenal sebagai kilang minyak tertua di Indonesia.
Kilang BBM memiliki dua lokasi yakni Kilang Plaju yang didirikan oleh Shell dari Belanda pada tahun 1904 dan Kilang Sungai Gerong, didirikan oleh Stanvac Amerika Serikat pada tahun 1926.
Kilang minyak legendaris ini dapat menampung 127.3 MBSD. Produk utama yang dihasilkan diantaranya adalah Premium, Solar, Minyak Diesel, Pertamax, LPG, Naphtha, dan LAWS.
- RU IV Cilacap
Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah merupakan kilang dengan fasilitas terlengkap dan memiliki produksi terbesar yaitu 348 MBSD. Kilang ini memasok 34 persen kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional atau 60 persen kebutuhan BBM di Pulau Jawa. Kilang ini merupakan satu-satunya kilang di Tanah Air yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur di tanah air.
Kilang minyak RU VI Balongan, Jawa Barat tergolong kilang memiliki nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke wilayah DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat, dan sekitarnya.
Kilang minyak Balongan beroperasi mulai tahun 1994 dan dikelola oleh Pertamina RU VI. Kapasitas roduksi 125 MBSD minyak mentah, diolah menjadi Premium, Kerosene, HOMC 92, Solar, Pertamax, Pertamax Turbo, Avtur, LPG, Propylene, dan Decant Oil.
Bahan baku Kilang Balongan adalah minyak mentah dari kota Duri dan Minas yang berasal dari Provinsi Riau, atau setara dengan itu.
- RU VIII Kasim
Kilang minyak RU VIIII Kasim dari wilayah ujung timur Indonesia ini dibangun di desa Malaba, kecamatan Seget, kabupaten Sorong, Papua. Lokasi kilang minyak Kasim sangat strategis bersebelahan dengan Kasim Marine Terminal (KMT) Petro China, kurang lebih 90 km sebelah selatan kota Sorong.
Kilang minyak RU VIII Kasim beroperasi sejak Juli 1997. Kapasitas 10 MBSD, dirancang untuk mengolah minyak mentah menjadi produk Premium, Solar, dan SR LSWR. Kontribusi sekitar 15 % dari total kebutuhan Maluku dan Papua.
- RU V Balikpapan
Kilang Balikpapan, Kalimantan Timur terletak di tepi teluk Balikpapan, meliputi areal seluas 2,5 km persegi. Kapasitas (semula) 260.000 MBSD. Mengolah minyak mentah menjadi produk Premium, Kerosene, Solar, Avtur, Pertamax, minyak Diesel, LPG, Naphtha, dan LSWR.
Kini Kapasitas bertambah 100 MBSD hingga menjadi 360 MBSD sehingga menjadi kilang terbesar di Indonesia. Dengan penambahan RFCC maka kemampuan konversi menjadi produk bernilai ekonmi lebih tinggi. Ex long residu yang dulu tidak bernilai tinggi dan dengan RFCC dibangun ditambah kapasitas CDU naik 100 MBSD. maka nilai keekonomian menjadi naik. Kunci kilang tetap sama, yaitu kehandalan, kelancaran operasi, sebagaimana kilang lainnya.
7. PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) merupakan anak usaha dari Subholding Refinery and Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional.Â
Berdasarkan sejarahnya, TPPI sudah didirikan berdasarkan akta kesepakatan pada tahun 1995 dan resmi beroperasi secara komersial pada tahun 2006 di Tuban, Jawa Timur merupakan kilang minyak yang dapat memasok 100 MBSD yang diolah menjadi berbagai produk seperti Premium, Kerosine, Solar, Pertamax, dan produk LPG.
Kini dikelola Pertamina, atau Subholding Refinery and Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional
