Proses - FCC / RCC / RFCC - 1
DESKRIPSI SINGKAT DAN TRAINING FCC, RCC & RFCC
FCCU , RCC and RFCC, Unit yang mengolah fraksi berat hasil destilasi CDU. Dipilih Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU), Residue Fluid Catalytic cracking (RFCCU) atau Residu Catalytic Cracking Unit (RCCU) karena produknya berupa fraksi hydrocarbon (HC) lebih ringan dan bernilai ekonomi tinggi.
Ketiga Unit proses ini “sejenis” merengkah hidrokarbon fraksi berat – (Note Feed FCC, RFCC & RFCC sedikit berbeda) – menjadi fraksi lebih ringan (rantai hidrokarbon lebih pendek) dengan bantuan butiran katalis halus yang dipanaskan yang digerakkan seperti fluida cair (fluidisasi), pada pengaturan tekanan, temperatur dan kondisi parameter proses tertentu selama waktu tertentu.
Proses FCC, RFCC atau RCC dipilih dalam rangkaian peralat unit pengolah minyak mentah di Kilang , diutamakan untuk mengolah minyak fraksi berat atau minyak sisa (rantai hidrokarbon masih panjang) menjadi hidrokarbon (minyak) rantai lebih pendek yang bernilai ekonomi rendah. Hasilnya berupa hidrokarbon fraksi lebih pendek dan nilai keekonomian lebih tinggi.
Penamaan Unit FCC (Fluid Catalytic Cracking Unit) menjadi RFCC (Residue Fluid Catalytic Cracking Unit) bila feed ada yang memakai bahan Vacum Gas Oil dan Long Residue dari Unit Crude Destilasi, atau menjadi RCC (Residue Catalytic Cracking Unit) bila feed berupa minyak Long Residue.
Akibat dari menggunaan ‘Feed minyak yang makin berat‘ yang ditandai dengan MCRT (CCR) makin tinggi (2.5 naik menjadi 6,3 dst) kemudian diperlukan upaya meng-aktifkan kembali katalis yang kembali – dari bekas reaksi dan terkotori karbon saat di Reaktor melalui cara membakar coke yang menempel di katalis pasca proses katalitik cracking di regenerator.
Upaya mengkatifkan katalis memerlukan pembakaran selama waktu, bertahap, karena coke lebih banyak, namun tidak boleh merusak katalis sehingga dibuatlah design Regenerator katalis – meregenerasi katalis – yang terdiri dari dua stage, atas (upper regenerator) dan Lower Regenerator, serta dilengkapi Catalyst Cooler untuk mendinginkan sebagian katalis sebelum dikembalikan kereaktor untuk membantu reaksi katalitik berikutnya.
Katalis FCC/RFCC/RCC berupa butiran halus (40 s/d 140 microns, rata-rata 70-80 microns) digerakkan dengan pengaturan kondisi operasi yang tertentu olen bantuan steam atau lift gas agar dapat bergerak bersirkulasi seperti cairan (fluida) dalam sistim reaktor-regenerator .
Proses cracking berlangsung secara katalitis dan thermis dengan perngaturan variable proses yang dipersyaratkan, menghasilkan produk hidrokarbon berbagai fraksi Off Gas (H2, CH4,C2H2, C2H6,), LPG mixed (Propane, Propylene, Butane,Butane), Naphtha (komponen gasoline), light cycle oil (LCO), heavy cycle oil HCO), dan slurry oil atau decant oil (DCO) sebagi sisa dan Coke.
Produk dipisahkan dengan fraksinator sebagai layaknya crude oil, yang dilengkapi unit proses pemurnian produk dan unit recovery produk berharga lainnya seperti pencucian dengan caustic, recovery ethylen, LPG, propylene, unit polimerisasi gasoline dan lain sebagainya.
Pada inlet dan Bottom Kolom, berlangsung pemisahan katalis dari fraksi hidrokarbon disertai upaya agar katalis tidak terbawa keatas bersama fraksi hodrokarbon yang tengah difraksinasi / dipisahkan fraksinya serta “penghentian reaksi lanjut cracking”, karena hidrokarbon dari Reactor masih bersuhu sangat tinggi (520-540C vs < 370C maksimum) dan ini suhu yang bisa merengkah hisrokarbon tanpa katalis – (thermal cracking_ – bahkan bisa membentuk gumpalan coke menyumbat pipa bottom kolom destilasi tersebut.
Sebagai unit proses sekunder, FCC, RFCC atau RCC cukup fleksible dalam persyaratan feed maupun produknya, dan variasi produknya, namun dalam pengoperasiannya perlu ketelitian dan kewaspadaan, termasuk untuk menjaga kehandalan peralatannya.
Aplikasi FCC, RFCC dan RCC
Perkembangan industri pengilangan crude dalam era crude oil yang semakin langka dan mahal, mendorong setiap refinery cenderung harus menekan produknya yang bernilai ekonomi lebih rendah menjadi sekecil mungkin. Jika mungkin, mengolahnya menjadi produk yang lebih bernilai ekonomi tinggi.
Dalam hal demikian, FCC, RFCC atau RCC yang karakter prosesnya dapat berfungsi sebagai unit proses pengkonversi minyak berat (murah) menjadi hidrokarbvon ringan dengan berbagai rupa produk, sering dipasang sebagai pelengkap unit proses kilang yang bertugas untuk mengubah minyak berat murah tersisa menjadi minyak lebih berharga. RFCC atau FCC pada beberapa kilang dunia ada yang diarahkan untuk menghasilkan fraksi yang lebih ringan seperti propylene butylene untuk keperluan Petrokimia. Tentu dengan design dan parameter operasi – contact time catalyst / Oil yang berbeda dari kebutuhan BBM.
Unit utama kilang biasanya adalah crude distilling & vacum detilation unit. Sedangkan FCC, RFCC atau RCC disiapkan untuk mengolah minyak sisa saja. Sebaliknya, karena kemampuan proses FCC, RFCC / RCC yang cukup fleksible serta dapat memproduksi gasoline beroktane tinggi, proses ini sering terpilih sebagi unit utama sumber perbaikkan oktane untuk blending produk.
Kemampuan proses FCC, RFCC / RCC yang dapat menghasilkan berbagai variasi produk seperti LPG, Propylene, butylene, Naphtha berangka oktane tinggi, LCO dan slurry menyebabkan sering terpilihnya sebagai sarana fleksibilitas penghasil gasoline, LPG dll.
Perkembangan FCC yang maju sejalan dengan makin berkembangnya teknologi katalis untuk FCC & RCC. Termasuk additif untuk katalisnya.
RFCC / RCCU
Secara ringkas, Fluid Catalytic Cracking Unit (FCCU), Residu Fluid Catalytic cracking (RFCCU) ataupun Residu Catalytic Cracking Unit (RCCU) adalah unit proses “sejenis” merengkah hidrokarbon fraksi berat menjadi fraksi lebih ringan dengan bantuan butiran katalis halus panas yang digerakkan secara fluidisasi, pada pengaturan tekanan, temperatur dan kondisi parameter proses tertentu.
Proses FCC, RFCC atau RCC dipilih / dipakai dalam rangkaian unit pengolah minyak di Kilang , diutamakan untuk mengolah minyak fraksi berat atau minyak sisa yang bernilai ekonomis rendah.
Katalis berupa butiran halus 40 s/d 140 microns, rata-rata 70-80 microns digerakkan dengan pengaturan kondisi operasi yang tertentu agar dapat bergerak bersirkulasi seperti cairan (fluida) dalam sistim reaktor-regenerator .
Proses cracking berlangsung secara katalitis dan panas dengan perngaturan variable proses yang dipersyaratkan, menghasilkan produk hidrokarbon berbagai fraksi (H2, C1,C2, LPG mixed, Naphtha (komponen gasoline), light cycle oil (LCO), heavy cycle oil HCO), dan slurry oil atau decant oil (DCO) sebagi sisa dan Coke.
Produk dipisahkan dengan fraksinator sebagai layaknya crude oil, yang dilengkapi unit proses pemurnian produk dan unit recovery produk berharga lainnya seperti pencucian dengan caustic, recovery ethylen, LPG, propylene, unit polimerisasi gasoline dan lain sebagainya.
Sebagai unit proses sekunder, FCC, RFCC atau RCC cukup fleksible dalam persyaratan feed maupun produknya, dan variasi produknya, namun dalam pengoperasiannya perlu ketelitian dan kewaspadaan, termasuk untuk menjaga kehandalan peralatannya. Pekerja harus memahami dan terlatih dalam prosedure emergency
Darurat Sistem Interlock:
Kegagalan Listrik:
KEGAGALAN OPERASI SLIDE VALVE
Minyak Membalik (Oil Reversal)
WYE PIECE RISER REACTOR RFCC TERSUMBAT
(Kehilangan Lift Gas, Lift Steam, Unit Gas Konsentrasi Terganggu)
