Leadership

Dalam suatu organisasi, selalu dibutuhkan Leader atau pemimpin sebagai faktor kunci penggerak untuk sukses dalam melakukan koordinasi, memimpin dan menuntaskan tugas organisasi. Makin besar organisasi tersebut, makin kuat kemampuan leadership yang dibutuhkan.

Tidak bisa disangkal kadang kala ada leader yang muncul secara natural, lahir karena kharismatik alami tanpa pelatihan. Namun untuk pekerjaan di kilang yang kompleksitas dan resiko tinggi, tetap diperlukan pelatihan untuk mengisi knowldge dan skill agar sebagai leader semakin efektif.

Berikut, ada beberapa tips yang perlu disadari para leader yang bekerja dalam organisasi, khususnya dalam berinteraksi mengarahkan bawahannya. Hal demikian banyak berhasil dalam praktek di Refinery Nusantara.

    • Visi: Leader diharapkan oleh bawahan selalu mampu memberikan pandangan luas seakan bagai ada semangat dan harapan baru yang futuristik visioner. Dalam kesempatan memberikan pengarahan, jangan lupa menyiapkan diri untuk bisa berbicara hal baik, yang baru, tepat dan akurat dalam data, dan menimbulkan harapan atau semangat baru serta mengingatkan visi fungsi tugas bidangnya.
    • Misi: Leader berperan selalu mengarahkan tim dan bawahannya untuk tetap fokus mencapai tugas dan peran diarea tugasnya atau disebut misi bidang tugasnya.
    • Positive Motivation: Leader hendaknya menggunakan kata dan kalimat yang menimbulkan semangat atau “positive motivation” dan hindari “negative motivation” seperti ancaman, atau lebih mengutamakan refund / bayaran. Gunakan Positive motivation karena ini akan mampu menggerakkan tim bekerja all out, bahkan bisa melebihi kerja normalnya.
    • Norma & Etika: Leader menjaga norma positive yang menjadi budaya kerja positif dan budaya bangsa yang terhormat, menjadi pengikat keharmonisan dan etika bermasyarakat. Pilih kata yang baik, tetap hormat kepada profesi, keteladanan,  dan kesenioran, namun dengan cerdas lakukan “rule play” a good leader yang terhormat ber-etika. Hidari mempermalu bawahan didepan umum. Jika perlu menegur, lakukan secara forum terbatas dengan cara yang cerdas dan sopan.
    • Tauladan: Leader lebih banyak menjadi idola dan contoh bagi bawahan. Oleh karenanya, cegah perilaku yang kurang tepat, yang akan menghancurkan motimasi dan segalanya. Sebaliknya, sadari bahwa kebaikkan akan memberi dampak baik, keteladanan positif akan memberi dampak yang sama, keuletan dan keharmonisan yang dirasakan akan membangun keharmonisan dan supporting maksimal dari anggota timnya. Ingat, kata yang tajam perlu dihindari, karena bisa menyisakan luka berbekas dihati yang sulit diobati walau sudah minta maaf. Gunakan kata positif. Dalam praktek di Refinery Nusantara, sangat penting menjadikan diri setiap ledar menjadi teladan, apalagi dalam disiplin kerja dan kepemimpinan.
    • Apresiatif. Tidak ada salahnya dibiasakan memberikan apresiasi kepada setiap perilaku dan hasil yang positif. Hal demikian akan menambah semangat berlipat ganda, termasuk hasil kerja timnya. Pertajam rasa kemanusiaan walau pekerjaan tersebut mungkin melelahkan, namun penuh semangat.
    • Open-Mind: Leader sebaiknya bersikap terbuka. Keterbukaan tidak akan merusak kewibawaan. Teknik terbuka, diantaranya dengan membiasakan diri mendengar masukkan akan hal yang diperlukan dari siapapun. Apa lagi bila timnya yang mungkin terdiri dari para pemikir dan banyak pengalaman. Namun banyak juga leader tidak terlatih dalam hal ini. Menjadi Pendengar yang baik atau open mind memerlukan persiapan, diantaranya agar dirasakan keikhlasan oleh lawan bicara, open mind (tanpa persepsi dipihak pendengar agar masukkan diterima utuh) untuk bisa mendapatkan informasi maksimal. Jika tidak, maka leader akan bekerja sendiri. Brain power bawahan tidak termanfaatkan dan kekuatan ide timnya tidak berkembang atau tidak maksimal.
    • Kemampuan Management Operasi.  Khusus untuk Management Operasi Kilang, karena penuh dengan peralatan hasil investasi padat modal dan resiko kecelakaan atau mudah terbakar, bisa mencemari lingkungan dan teknolgi yang khusus, maka perlu pelatihan, pembiasaan dan keterampilan khusus dalam management kilang yang dinilai harus disiplin dan ketat prosedur.
    • Leader perlu selalu belajar atau mencari pemikiran baru. Seorang leader dituntut untuk memberi arahan, menjadi sumber motivasi dan tepat konsultasi dan emberi arahan untuk lebih baik disetiap saat. Oleh karenanya perlu membangun kebiasaan mencari info terbaru ataupun memiliki komunity technology dan sosial management terbarukan. Kadang kala dengan kemampuan leadershipnya bisa menjadi leader untuk mengerahkan teamnya belajar dan berbagi ilmu dengan kepemimpinannya

Keberhasilan dan Kegagalan. Bagaimana mengukur untuk mengetahui kegagalan atau keberhasilan leader suatu organisasi?. Secara umum hanya terlihat berhasil atau gagal setelah periode tertentu. Namun hal tersebut berarti sudah di-ujung akhir dan rugiwaktu. Waktu dan biaya sudah dikeluarkan dan segala sesuatu sudah selesai. Jika bagus yang sukses, jika gagal, ya terlanjur dan rugi. Adakah cara lain untuk lebih dini.

Teknik untuk mengenal awal, bisa dilihat dari semangat dan kebersamaan dalam sharing ide, dan keinginan bawahan untuk bisa berdialog dengan atasan, khususnya dalam dialog ataupun menyampaikan ide. Bahkan bisa bertubi tubi, disertai membangun perbaikkan. Kadang kala diundang tim ekspert dari manapun untuk perbaikkan ide. Sebaliknya jika bawahan lebih tenang bila atasannya jauh, atau tidak berkumpul dalam satu forum, atau bawahan sulit berkomunikasi, maka leader tersebut akan gagal menjadi “orang penting yang merangkai kebersamaan team”-nya untuk mencapai “misi tugas organisasi” yang dipimpinnya. Apalagi bila bawahan ingin pindah atau gelisah.

Hal terpenting adalah jaga harkat kemanusiaan semua anggota dengan kecerdasan emosional para leader, agar hati anggota tim terpanggil dalam membangun kebersamaan yang akan menjadi kunci keberhasilan yang kadang akan menjadi penggerak All-Out nya semua anggota tim untuk mencapai keberhasilan bersama mencapai Misi dan Visi Organisasi.

syo.