HEMAT BBM - KOTA INDAH DAN PENDUDUK SEHAT

Coba Perhatikan, pada beberapa kota di Indonesia. Pembangunan jalan perkotaan mungkin mulanya bersifat lebih bersifat reaktif. Mungkin dimulai tidak dari konsep perkotaan yang dibuat dan dibakukan untuk diterapkan secara standard. Masyarakat pejalan kaki semula bebas, kemudian menjadi terganggu istilahnya jadi korban pembangunan yang mungkin tidak tertata baik. Hak pejalan kaki dipinggir jalan, hak hakiki yang harus manusiawi dikalahkan perkembangan  membangun jalan perkotaan yang seharusnya ditata baik.

Pejalan kaki, bila jalan dipinggir atau di trotoar di Indonesia, selalu akan terhalang oleh:
  1. Trotoar yang sangat sempit, tambah sempit bahkan oleh pohon penghijauan yang ditanam pemerintah ditrotoar. Ada Pot besar ditengah trotoar dengan alasan penghijauan yang salah tempat. Jembatan penyeberangan yang dibangun ditrotoar tanpa menghiraukan penempatan yang estetis. Pedagang kaki-lima yang dibiarkan memakai trotoar jalanan atau di jadi lahan Parkir. Pembangunan Halte ada yang menghabiskan trotoar, yang tidak memanusiakan pejalan kaki alias menghilangkan.
  2. Hak Kemanusiaan pejalan kaki terganggu. Mereka tidak jarang harus turun kejalan karena terhalang, dan bisa tertabrak oleh kendaraan. Siapa yang peduli.
  3. Di kota kota besar negara lain, seperti Jepang, Korea, Malaysia, Turkiye, Eropah seperti Belanda, Jerman, Denmark, Swedia dan lainnya pejalan kaki  bisa berjalan dengan tenang, bahkan orang buta bisa berjalan dengan panduan trotoar yang diberi tegel atau marka untuk “guide jalan orang buta”. Pada beberapa kota, ditrotoar, nenek tua, bisa bersepeda dengan aman tanpa akan menabrak pejalan kaki, karena trotoarnya lebar memang diperuntuk bagi pejalan kaki dan sepeda. Trotoar bahkan dibuat leba,  nyaris setara dengan lebarnya jalan raya disampingnya.
  4. Kesehatan masyarakat pejalan kaki terjamin, makin baik dan sehat karena rata-rata jarak antar halte bis atau halte kereta, bisa ditempuh dengan jalan kaki 20-25 menit, ekivalen 2-2,5 km atau kurang, dengan nyaman dan aman. Dokter menyarankan kalau ingin sehat berjalanlah per hari selama 30-60 menit, jantung anda akan sehat, dan ini dilakukan penduduk Jepang, Korea dan kota besar modern lainnya, sesuai dengan penerapan tata kota tentang halte Bis atau Halte  kereta kota tersebut.
  5. Penghematan BBM terjadi karena untuk jarak tempuh yang relatif pendek dan sehat tersebut, sejumlah besar penduduk kota didorong untuk cukup berjalan kaki, karena trend dan kenyamanan berjalan didukung oleh aplikasi konsep pembangunan jalan dan trotoar yang nyaman yang benar dan sehat.

Trotoar yang nyaman ternyata bisa menyehatkan penduduk kota, menghemat BBM, menekan biaya perawatan kesehatan serta memperindah kota.

Bila konsep diatas diikuti dengan pembenahan “Transportasi Masal Umum”, memperbanyak, memperbesar, memperindah dan mempernyaman dan bergengsi, aman, tersedia tepat waktu dan pantas untuk semua kalangan, maka objective kebutuhan “angkutan perorangan” akan tersalurkan kepada “transportasi masal umum” tersebut.

BBM menjadi beban subsidi

Bus umum belum manjadi yang utama di perkotaan Indonesia. Hitungan subsidi BBM yang selama ini dinikmati kendaraan “perorangan dan kendaraan dinas” yang boros, konsumsi BBM  5-10 KM/liter dikali ribuan kendaraan pemakai, diganti dengan “20-60 orang per kendaraan hanya 5 km/liter BBM”, maka terjadi penghematan BBM nasional yang tepat. Subsidi diberikan kepada kendaraan ini untuk perawatan dan BBM, jauh lebih tepat.

Semua kendaraan pada dasarnya tidak dibutuhkan untuk selalu keluar atau masuk kekota, jika ada transportasi umum masal yang nyaman, aman dan membanggakan,  tidak butuh  sewa parkir yang membebani, ketegangan / stress dijalanan yang kurang sehat serta kemacetan yang melelahkan. Pemakaian BBM beralih dari perorang ke Transporrasi masal.

Transportasi masal Bus Kota ber-AC,besar dan indah, nyaman dan aman. Transportasi Kereta,  KRL serta Mono-Rel yang baguis ber-AC, saling mengisi kebutuhan, saling melengkapi, untuk memudahkan pilihan sesuai jarak, arah dan kebutuhan. Taxi tetap ada. Namun Angkot dibatasi sebagai Feed diperkampungan.

Kapan Kota di Indonesia memiliki Transportasi Masal Umum yang nyaman, aman, membanggakan,

IMG_1112IMG_1120                  Kapan Pembangunan jalan perkotaan dilengkapi trotoar yang lebar, nyaman untuk pejalan kaki, tidak terhalang oleh yang tidak seharusnya menymbat trotoar dan bisa memenuhi hak sehat dan aman pejalan kaki dan sepeda. Dalam jarak tertentu ada halte yang tersedia untuk naik kendaraan umum masal yang membanggakan, namun halte tidak mempersempit menyumbat trotoar untuk pejalan kaki dan sepeda tersebut.

Kapan, ada pemimpin yang bisa memiliki wawasan pembangunan yang cermat, sehat dan memiliki otoritas untuk memperbaiki keadaan tanpa terganggu oleh kepentingan pribadi atau kelompok dan tidak tercemar oleh hal hal yang tidak etis selama ini.

20130607-syo.