Premium Refinery Nusantara

Premium asal mulanya adalah naphtha (salah satu Produk destilasi minyak bumi) + TEL (sejenis aditif penaik oktan) agar didapat ON 88. Namun isu lingkungan sejak era tahun 2006, mengharuskan TEL (aditif penaik oktan yang mengandung lead alias timbal hitam yang tidak sehat) di stop dan karenanya TEL diganti HOMC (High Mogas Component untuk menaikkankan Oktane ke 88).

Apa itu HOMC, yaitu merupakan produk naphtha (komponen minyak bumi) yang memiliki struktur kimia bercabang dan ring (lingkar) berangka oktan  tinggi (daya bakar lebih sempurna dan instant cepat), Oktan diatas 92, bahkan ada yang 95, sampai 98 lebih. Kebanyakan merupakan hasil olah lanjut Naphtha jadi ber-angka oktane tinggi atau hasil perengkahan minyak berat menjadi HOMC.

Terbentuknya oktane number tinggi adalah hasil perengkahan katalitik ataupun sintesa catalityc di reaktor kimia Unit kilang RCC/FCC/RFCC atau Plat Forming atau proses polimerisasi katalitik lainnya.

Refinery Nusantara memiliki unit FCC/RCC demikian namun tidak banyak, belum mencukupi untuk menjadi pencampur, meng-upgrade Total Naphtha produk nusantara menjadi Premium 88. Masih perlu tambahan dari luar Refinery Nusantara alias import. Mengingat Pakai TEL tidak akrab lingkungan, maka solusinya adalah import HOMC dari luar negeri atau bangun Kilang HOMC. Saat ini tengah dibangun RFCC di salah satu kilang di Nusantara, Jawa Tengah.

Bedanya, dengan TEL volume premium tetap karena TEL bagaikan aditif yang secara volume tidak menambah volume Naphtha saat jadi premium ON 88. Premium + TEL volume sama alias tetap. Namun, Naphtha + HOMC akan menghasilkan volume yang proporsional. Vomul premium akan bertambah sebesar volume HOMC yang menaikkan oktan number naphtha tersebut mencapai ON 88. Biasanya ON naphtha hasil destilasi minyak bumi antara 65 – 75 (tergantung jenis rantai hydrocarbon komponen Minyak Buminya).

Kesimpulan:

  • Premium 88 zaman dulu, Volumen 88 ~ Volume Naphtha ex destilat minyak buminya. (Volume TEL nyaris sangat kecil)
  • Premium 88 zaman saat ini ~ Volume Naphthanya + Volume HOMC Tambahan. (Volume HOMC nyaris sebesar Volume naphtha itu sendiiri sehingga volume bertambah hampir 2 kali lipat)
  • Penambahan HOMC adalah untuk meng-upgrade Naphtha lokal (produk ex destilasi minyak mantah Kilang Nusantara agar laku terjual) jadi BBM akrab lingkungan dan memenuhi kebutuhan pemerintah.
  • Naphtha bisa diupgrade jadi Pertamax 92 – 95 bila dibangun kilang plat-format seperti Kilang Blue Sky Project Balongan yang telah beroperasi, atau sejenis itu di seluruh refinery nusantara
  • Pertanyaannya, sudah semua naphtha lokal ter-upgrade jadi HOMC (Pertamax atau BBM beroktane tinggi)?. Sidah cukupkah unit peng-upgrade tersebut tersedia secara nasional di seluruh kilang dinegeri ini?. Silahkan cari jawabannya. Itulah tantangan Refinery di negeri ini.

 

Syo.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.