Perubahan Tata Nilai Bangsa

Perkuatan Tata Nilai, Norma dan Aturan Hukum, adalah Solusi sisi lain dari Korupsi, untuk mengimbangi kemajuan Teknologi,  Ekonomi Bangsa dan Pola Hidup Konsumtif 

Perubahan dan  Kemajuan Teknologi dewasa ini, diikuti berkembangnya gaya hidup mewah dan kebiasaan hidup konsumtif yang pesat. Perubahan ini membawa pengaruh terhadap gaya hidup, norma perorangan dan masyarakat. Dampak pola hidup konsumtif yang berkembang, membudaya,  akan  mendorong kecenderungan untuk bisa menikmati segera hasil kemajuan teknologi, kemewahan dengan segala cara, secara singkat. Manusia akan terdorong untuk memiliki semua kemajuan tersebut. Bila kondisi kecenderungan demikian tidak diikuti dengan pertumbuhan perkuatan norma dan aturan hukum, khususnya norma agama dalam masyarakat dan norma hukum yang dirasakan akan adanya ketegasan penerapan hukum, maka norma bangsa bisa tergerus kearah menghalalkan segala cara dan korupsi. Kekuatan ekonomi dan finansial akan menjadi raja,  diatas kekuatan norma dan hukum. Apalagi bila ada gap ketidak cukupan finasial juga belum teratasi. Itulah cakal bakal tidak korupsi yang tumbuh akibat tidak seimbang nya pembentengan norma dan hukum ditengah kamajuan teknologi, pola hidup mewah yang takluk oleh kekuatan finasial, kemewahan dalam diri insani suatu bangsa. Apakah kita akan membiarkan hal demikian tumbuh berkembang?. Atau segera diperkuat norma bangsa melalui memperkuatan generasi yang lebih muda  secara dini untuk menanamkan kesadaran dan kekuatan akan tata nilai, norma dan aturan agama serta penguatan Penerapan hukum di masyarakat.

Norma dan Ketaatan Hukum harus menjadi raja dalam norma pribadi di kehidupan masyarakat, harus diatas / menguasai kekuatan finansial, sehingga ketertiban, kesadaran, Norma dan Kekuatan Tata Nilai Bangsa terjaga dan makin membaik. Upaya perbaikan, mulailah dari diri sendiri, keluarga sendiri, perkantoran dan masyarakat dilingkungan kita masing masing. Setidaknya itulah pesan yang tertanam dalam setiap agama, dari Tuhan Yang Maha Esa. Bila tidak, semakin sebesar apapun lembaga KPK dibangun, tetap tidak menuntaskan permasalahan utamanya.

Syo.

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.