Persiapan Umum Start Up Refinery Baru

Menjalan suatu kilang baru dengan peralatan baru memerlukan persiapan yang detail dengan perencanaan yang baik, teliti dengan penuh kehati hatian. Kegiatan tersebut akan meliputi tugas  perencanaan sampai dengan operasi normal dari kegiatan fungsi operasi, safety dan aspek lingkungan, pengatur arus minyak bahan baku s/d produk, pekerjaan observasi dan advise keenjiniringan vs lingkup kerja kontraktor / licensor, serta observasi dan perbaikkan alat saat awal test operasi s/d pemeliharaan ditengah start-up dan operasi berjalan. Secara makro dapat diuraikan sebagai berikut:

Tahap I: Tahap Persiapan (Jauh sebelum Start-up)

  1. Merancang rencana kerja dengan tata waktu yang harus sinkron dengan kegiatan konstruksi
  2. Penyusunan bahan start-up dan SOW (scope of work) saat operasi untuk disosialisasikan kepada pihak pelaksana start up dan tim penunjang (Tim Operasi, mekanikal, instrumentasi, laboratorium, terminal, perencanaan operasi bahan baku s/d produk, aspek potensi terkait safety dan lingkungan serta suporting proses termasuk sisi keenjiniringan project baru tersebut)
  3. Persiapan man power yang diantaranya meliputi
    • pemilihan orang, jumlah dengan kompetensi dan skill yang sesuai,
    • pembuatan materi kegiatan start-up tiap alat dan unit untuk pelatihan dan pelaksanaan start-up,
    • Pelatihan teori, praktek di kilang sejenis, bila tersedia memanfaatkan simulator  dan
    • magang di kilang sejenis dengan tugas khusus selama pelatihan, serta evaluasi kesiapan tim. 
  1. Ingat: Simulator hanya membantu “mempersatukan pemahaman  terpadu” tentang proses, variable operasi, peralatan dan fungsinya serta batasan operasi normal, alarm dan trip. Namun simulator masih sangat tidak cukup bagi pekerja baru, yang akan mengoperasikan langsung, karena setiap unit proses dan alat khusus prosesnya memiliki karakteristirk yang harus dikenali melalui praktek. Lama praktek pelatihan sangat berhubungan dengan tingkat kompleksitas unit proses tersebut. Apalagi bila system unit tersebut secara manual support saat start-up “membutuhkan tim work yang besar dan terkoordinir baik” untuk awal mengoperasikannya.
    Bagi pekerja setempat (yang telah praktek / bertugas harian dikilang tersebut), maka simulator akan sangat bermanfaat, khususnya untuk menjaga tingkat kecekatan / keterampilan operasi rutin, atau start-up dan shutdown yang jarang dilakukan atau bahkan pelatihan menangani emergency yang jarang terjadi, namun kesiagaan harus direfresh. Tentu cara terbaik via pemanfaatan simulator, dan tidak harus ada emergency yang sebenarnya.

4. Pelaksanaan Pelatihan pekerja baru secara teori / diskusi, pelatihan dengan simulator dan  praktek di kilang sejenis dengan tata waktu dan persiapan materi yang tepat.

5. Penugasan di kilang baru. Tim ditugaskan di kilang barunya 6-5 bulan sebelum kilang tersebut dioperasikan untuk turut memeriksa, familiarisasi detail alat, membantu kesiapan start up dan setup detail dokument untuk kesiapan dioperasikan. Persiapan utamanya memerluka sekitar 50% kelompok senior dari tim start-up tersebut aktif dilapangan.

PS: Jangan lupa persiapan paket pelatihan simulasi bila terjadi berbagai gangguan sarana utilitie ,seperti gangguan pasukan steam, gannguan pasokan udara instrumen,  power plant shut down / black out,  kebakaran dll sebelum start-up.

Tahap-II: Tahap Pelaksanaan (Menjelang Plant Commissioning di Akhir konstruksi)

Menjelang commisioning,
1. Set –up kelompok kerja dan Tugas / job description start-up s/d normal operasi, Penyebaran penempatan dengan task khususnya bila sedang start-up. Untuk itu kerja sama, team work yang solid dibangun dan menjadi terbiasa.

2. Koordinasi haru dimulai, antara lain: Tim Operasi, Tim arus minyak, Tim Pemeliharan, Tim Engineering, Tim HSE, Tim Laboratorium dan dukungan tim project lainnya, harus dijalankan, dievaluasi system berjalan efektif sejak awal.Jadi oerganisasipun mengalami proses start-up.

3. Saat menjelang start up, semua outstanding konstruksi harus sudah diputuskan harus disiapkan, agar jelas aspek legalitas awal operasi.  Persiapan scope of work pemeriksaan kesiapan project untuk dioperasikan by team operasi (SOW mechanical, instrumentasi, proses, laboratorium penunjang, safety dan lingkungan)

4. Recheck dan validasi Persiapan dokumen start-up guidance,  check list sesuai detail, per peralatan secara parsial dan global  total equipment test, meliputi: untuk pemeriksaan masing alat, line up, check-list / punch list readyness vs perbaikan dan pengetesan readiness / cleaning procedure sampai zero punch list item.

5. Commissioning kan Peralatan. Semua alat harus dibersihkan sesuai prosedur yang berlaku. Ada peralatan yang perlu diikuti prosedur khusus vendor, ada yang menggunakan acuan best praktis operasi, namun pelaksanaan harus direncanakan “kriteria media pembersihnya, tekanan dan kandungan materialnya, tingkat kebersihan dan dampaknya, serta mempertimbangkan kesesuaian dengan alat lain agar tidak malah merusak. Intrumentasi ditest, Tripsystem, safety device perlu pengujian.  Rotating Equipment ditest run di workshop fabricator, maksudnya di Kilang bukan buat uji peralatan yang sedang coba running pertama. Test ulang bisa dilakukan dikilang dengan persyaratan yang betul terencana baik, itupun sangat terbatas, sebatas pengujian kesempurnaan pemasangan system terkait.

Note: Start-up hanya dimulai tanpa ada keraguan, baik aspek teknis, kesiapan personil, kelengkapan dan kesiapan prosedur dan administrasi perizinan, prosedur emergency dan disemua hal,  termasuk aspek  legalitas kontrak harus  serba jelas dan tidak ada keraguan. Hal ini penting karena saat start-up semua pihak harus fokus dengan tugas masing masing, mendukung start-up yang untuk pertama kali adalah sesuatu yang baru, dan karakter unit pasti masih asing, melum dikenal secara khusus. Satu keteledoran, akan menyebabkan mundur, dan biaya tinggi. Bagi Kilang yang besar, aspek paoskkan bahan baku dan supplai produk ke pasar juga harus sudah terbangun simultan dengan dibangunnya Kilang baru tersebut..

Syo.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Comments are closed.