Management

Management adalah kegiatan sistimatis  merangkai upaya pengelolaan sumberdaya secara terencana, terstruktur, terarah untuk mencapai suatu sasaran kegiatan secara terpadu dan berkesinambungan dalam suatu organisasi. Pengelolaan berkesinambungan, mulai aspek perencana, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi setiap hasil sampai dengan hasil akhir yang dikehendaki. Yang dikelola meliputi pengaturan asset, orang (organ suatu organisasi), waktu,  uang, aturan dan sebagainya. Dewasa ini, dalam management refinery, aspek lingkungan dengan antisipasi dampaknya perlu dikelola dengan baik, sebagai bagian kegiatan rutin.

Management yang dimaksudkan dalam Situs RefineryNusantara.Com ini lebih berorientasi kepada  management kegiatan operasi suatu refinery sehingga lebih banyak mengarah kepada keputusan teknis pengelolaan refinery. Walau demikian, tahapan suatu keputusan merupakan langkah pertimbangan dari berbagai tantangan dan situasi yang ada saat itu, dipertimbangkan dan diputuskan  dengan seksama untuk melahirkan keputusan terbaik. Kualitas suatu keputusan sangat dipengaruhi basis pengetahuan, wawasan, latar belakang teknis dan pengalaman, serta konsideran saat tersebut, guna memenuhi kaidah yang harus diikuti dan terbaik saat tersebut.

Untuk menghasilkan suatu keputusan disuatu refinery, ada beberapa kunci utama yang bisa menjadi pegangan dan tidak bisa ditinggalkan. Antara lain, adanya kapabilitas Management operasional, Kehandalan sarana operasi / terutama sarana teknis – kehandalan alat, kesinambungan operasi jangka panjang semua semua sistem terkait, Safety operasi bagi alat refinery dan personal, Ketaatan pada regulasi, Dampak lingkungan, keekonomian setiap keputusan dan pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan spesifikasinya dan regulasi teknis yang telah dibuat dan telah diberlakukan.

Dalam management organisasi, perlu dipersiapkan berbagai system dan prosedur untuk diterapkan agar siapapun mudah mempelajari dan mengikuti. Hal tersebut disusun dalam system management yang ditetapkan untuk pelaksanaan tugas internal maupun eksternal. Ada kalanya system yang digunakan dibuat sendiri atau apapun namun comply terhadap system ISO Series, sehingga bisa dinilai oleh eksternal  / system internasional dengan MBNQA, audit Asuransi, Proper atau apapun itu, dengan maksud yang sama, yaitu standarisasi prosedur pemandu tindakan management kegiatan secara terstruktur dan bisa diukur ketaatannya maupun  penyimpangannya, untuk bisa dilokalisir dan dibenahi.

RefineryNusatara.com menyajikan secara bebas bentuk best practices pengelolaan atau management yang diperkirakan baik untuk diimplementasikan.

Operasi Refinery

Mengoperasikan suatu refinery memerlukan “dukungan kesiapan dari berbagai aspek” managemen fungsi terkait di internal refinery. Dukungan dan kepastian tersebut meliputi adanya management perencanaan operasi yang baik (terkait hydrokarbon feed atau crude, bahan baku pendukung sampai dengan penyaluran produknya), aspek kesiapan peralatan (Lingkup management reliability yang mencakup kesiapan peralatan agar siap dioperasikan, perawatan yang baik dan kehandalan sarana proses kilang), kesiapan man power (management team operasi antara lain kesiapan man power operasi, cukup jumlah, knowledge and skill, kerja sama yang baik dan aplikasi prosedur yang konsisten), dukungan sarana laboratorium serta kesiapan management sarana safety refinery.

Perencanaan Operasi Refinery

Apa itu Perencanaan Operasi di Refinery?
Perencanaan Operasi adalah serangkaian kegiatan menyusun perencanaan bisnis dengan memanfaatan unit proses di Refinery agar beroperasi optimal untuk menghasilkan produk produk utama sebanyak banyaknya dengan prioritas mendapatkan margin laba produksi. Kegiatan perencanaan ini merangkaian aktifitas utama berbagai fungsi lain agar terstruktur, terpadu, baik tata waktu rincian kegiatan terkait dan tahapan yang jelas untuk dilaksanakan semua pihak terkait melancarkan operasi produksi suatu rerfinery.

Di internal refinery, banyak variable hal yang berpengaruh terhadap kelangsungan produksi. Oleh karenanya, pada kegiatan Perencanaan, perlu diidentifikasi beberapa aspek utama yang terkait kesinambungan operasi untuk keberhasilan proses produksi dan memperoleh margin laba yang baik.

Kegiatan perencanaan tersebut antara lain meliputi:

a. Identifikasi kesiapan kondisi internal Refinery, seperti prasarana unit operasi refinery, kesiapan kapasitas unit   proses, kemampuan konversi / yield unit operasi yang menggunakan reaktor pada periode operasi yang        direncanakan, sisa minyak mentah dan jenis yang masih ada serta stock produk / intermedia yang tersedia di kilang.

b. Identifikasi sasaran produk dan pasar prioritas (komitment dan kebutuhan pasar),
c. Identifikasi jenis dan jumlah tambahan crude yang diperlukan
d. Perkiraan harga pasar crude dan produk, kini dan kedepan
e. Evaluasi Situasi global tentang kebutuhan crude dan produk dunia
f. Persiapan Software perhitungan cepat untuk simulasi pemilihan crude dan intermedia, dengan perpaduan informasi asumsi 5-6 item diatas.
g. Perencanaan Proses pembelian / pengadaan crude dan bahan baku / intermedia yang diperlukan.
h. Pemilihan pasar pembelian via kerjasama, tender ataupun longterm kontrak dengan berbagai alternatif pembiayaan yang disepakati.
i. Pengambilan keputusan.

Semua variable diatas tersebut dapat berubah dengan cepat, sehingga factor ketidak pastian dapat menjadi bagian resiko pebisnis.

Dalam menyusun perencanaan, sering harus dibuat keputusan yang cepat. Untuk mengolah berbagai variable yang banyak dan menghasilkan alternatif keputusan, diperlukan alat bantu software komputer yang bisa membantu melakukan simulasi optimasi perhitungan cepat. Soft ware tersebut harus sudah teruji berfungsi baik. Software diisikan, disesuaikan dengan konfigurasi kilang yang akan dijadikan objek perencanaan. Semua data minyak, data harga, data lain dan variable kondisi kilang dimasukkan dan disimulasi untuk simulasi alternatif keputusan terbaik dan memberi margi yang baik.

Perencanaan yang baik, akan lebih mengarah pada pencapaian laba operasi optimal dan sebaliknya, perencanaan yang tidak baik cenderung menghasilkan laba usaha yang jauh dari optimal atau mungkin bisa merugikan perusahaan. Tingkat kesulitan perolehan laba usaha selain dipengaruhi faktor internal Refinery juga sangat dipengaruhi situasi eksternal dunia bisnis perminyakkan.

Manuver arah produksi juga bisa berubah, tergantung situai internal (handicap) Unit Kilang atau kondisi ekternal. Oleh karena itu perencanaan operasi perlu menjadi perhatian yang baik sampai diperolehnya ketersediaan bahan baku (crude) yang terbeli. Perlu diingat, crude pada dasarnya terbatas, sehingga mendapatkan crude yang baik berarti bersaing. Crude character akan berubah dari waktu kewaktu, sehingga secara berkala perlu dievaluasi ulang crude tersebut (Crude assay tersebut) mungkin 1 x per 3 sampai dengan 5 tahunan.
Persaingan bisnis antar pemilik refinery, sebenarnya berawal dari proses pemilihan Crude atau minyak mentah dan implementasi tatacara pengadaan crude. Pengadaan crude yang bisa flexible, pemilihan crude yang tepat, cerdas sesuai konfigurasi kilang agar optimal kapasitas dan pembelian cepat di tepat waktu dengan “harga yang baik” dalam pasar crude yang sangat terbatas dan berubah cepat, turut menentukan peluang laba atau sebaliknya ketidak telitian, kelambanan apalagi prosedure yang rumit akan menyebabkan profit margin opportunity loss bisa terjadi.

Dalam perencanaan Bisnis minyak, pengetahuan eksternal refinery, diantaranya info situasi geopolitik global yang berpengaruh terhadap harga crude dan produk perlu dipantau. Perlu juga dipantau atau dipahami adanya refinery pesaing, kondisinya atau kegiatan pemeliharaan refinery pesaing karena dapat memberi dampak terhadap harga dan ketersediaan crude maupun produk dipasaran. Kadang kala spot market harus dimanfaatkan bila memungkinkan dapat crude murah dan sesuai kebutuhan. Para perencana perlu terbiasa terbuka / sensitif terhadap kondisi eskternal tersebut.

Dalam hal pembinaan, para pekerja diperencanaan perlu mendapat pelatihan yang lengkap, diantaranya pengetahuan dan pengalaman operasi kilang, pemahaman hambatan kapasitas dan konversi serta situasi kilang, pengetahuan laboratorium tentang crude assays dan product pengetahuan blending produk dan aplikasi software optimasi perencanaan dengan komputer, pengetahuan wawasan bisnis perminyakan untuk crude ataupun berbagai produk, dan lain sebagainya.

Pelatihan Pekerja Untuk New Unit in Refinery

Topik ini diangkat untuk memberi gambaran betapa tidak sederhananya untuk bisa membangun suatu Tim operasi yang harus menggerakkan atau menjalankan suatu unit proses atau kilang baru dari fresh employee yang belum pernah jadi pekerja / belum terlatih di suatu refinery.

Mungkin banyak masyarakat umum berfikir bahwa pelatihan menjadi pekerja yang profesional di suatu refinery dapat dilatih dengan cepat, atau mudah, terutama bila seseorang telah memiliki pengetahuan dalam bidang teknik kimia, kimia minyak, furnace, peralatan proses, alat rotating equipment atau ilmu pengetahuan tentang proses minyak bumi itu sendiri. Katakanlah bahwa mereka itu fresh engineer dari suatu unirvesitas atau sekolah tinggi teknik terkait proses perminyakan. Bahkan kadang kala ada yang hal demikian juga dinilai mudah oleh orang yang bekerja diperusahaan perminyakan itu sendiri, khususnyan mereka tidak pernah bekerja sebagai operator atau mendalami pekerjaan operator dari suatu refinery. Mari kta bahas dimana letak tantangan dalam melatih seseorang atau secara team untuk menjadi tim yang mampu mengoperasikan suatu unit proses atau kilang perminyakkan.

Melatih seseorang atau melatih suatu tim untuk bisa berperan sebagai pekerja profesional dalam pengoperasian unit proses atau kilang, membutuhkan tahapan yang berlapis untuk mengisi skill yang dibutuhkan, antara lain:

  1. Memberikan dasar pengetahuan ilmu perminyakkan, Unit Proses dan Alat Proses yang khusus secara detail, untuk bisa dengan tepat dan efektif menjalankan tugasnyan dan mengkomunikasikannya sesuai untuk tugasnya di refinery
  2. Memberi pelatihan praktek dan kesempatan pelatihan yang cukup untuk tumbuhnya perubahan perilaku yang sesuai untuk tugas kilang,  kehati-hatian yang tnggi, memahami setipa cause and effect yang bisa ditimbulkan oleh perilakunya dalam bekerja, sikap safety dan kecermatan yang tinggi.
  3. Menumbuhkan kemampuan untuk mengenal detail indikasi alat dan variable proses, tataletak rinci, membangun daya imaginasi unit dan peralatan dalam alam bawah sadar pekerja agar mampu berkomunikasi detail dan tepat untuk interaksi tugas secara team, termasuk dari dan / keluar DCS (ruang kendali) vs di Lapangan unit proses.
  4. membangun pemahaman tentang indikasi normal / tidak normal peralatan, kondisi unit serta tata cara antisipasinya untuk bisa mengamankan dari kondisi yang tidak normal secara perorangan atu team.
  5. Membangun system tata kerja perorangan, peralatan, dan unit proses kilang atau tata kerja secara team untuk bisa memantau peralatan kondisi normal, test run unit untuk perencanaan operasi, keekonomian, pemeliharaan dan kehandalannya, termasuk mengendalikannya saat abnormal atau saat emergency.
  6. Pada unit proses khusus, membangun keterampilan tim dalam jumlah yang besar untuk bisa melewati saat kritikal disaat akan menormalkan suatu unti proses. Hal demikian bagaikan harus melewati ktitikal speed rotating equipment besar (big compresor) yang dilakukan oleh satu pekerja terlatih, tapi unti unit atau kilang tersebut harus dikerjakan oleh tim dalam waktu yang sangat singkat. Artinya, tim bekerja kompak, solid bagai satu tangan untuik bisa melewati masa kritis tersebut tanpa ada kesalahan.
  7. Membangun kemampuan bekerja akurat dalam pengendalian alat, unit proses, didukung oleh sesama tim dengan standard normal yang dimengerti dan disepakati karena sesuai rencana kerja dan dalam batas design kemampuan peralatan dan batasan variable proses yang ekonomis tapi efektif.
  8. Memelihara Standard Keterampilan Terlatih untuk senantiasa bisa mengoperasikan dan mengamankan operasi refinery dalam segala situasinya.

Membangun ke 8 tahap tersebut membutuhkan waktu yang panjang. Tapi sering dituntut untuk bisa cepat karena cenderung dianggap mudah. Intinya, bahwa investasi ‘pelatihan’ untuk mampu memenuhi 7 tahap memerlukan upaya ‘kerja keras, biaya dan waktu yang cukup’, disesuiakan dengan latar belakang pendidikan, motivasi dan kemampuan perkerja baru tersebut. Ada titk optimum dari aspek diatas, namun tidak bisa dianggap mudah ataupun murah dan cepat saji. Makin lama dilibatkan dalam onthe job training dilingkungan proses unti sejenis, makin cepat dan mudah, namun tetap butuh waktu setidaknya > 9 bulan. Makin runit (komplks) suatu unit proses, akan makin lama waktu yang dibutuhkan untuk On The Job Training. Saat ini di Refinery Nusantara, yang terumit adalah start-up FCC, RCC, dan atau RFCC. Umatanya karena membutuhkan tim work saat melewati phase kritikal Cut-in Feed (1-2 jam) ditengah tahapan proses start-up yang cukup panjang ( s/d 125 jam).

Oleh karenanya, menjadi operator yang profesional perlu investasi pelatihan yang panjang dan biaya yang sebenarnya cukup besar. Cukup banyak mantan tenaga kerja Refinery Nusantara yang direkrut oleh perusahaan asing / di Timur Tengah / luar negeri. Mungkin lebih mudah merekrut yang telah jadi dari pada harus mendidik baru, khususnya diawal start-up suatu refinery baru.

 

7 Responses to Management

  1. Bambang B says:

    Met sore pak,
    Insya Allah kami berencana utk membuat suatu perusahaan yg nantinya akan membangun petroleum refinery yg akan berlokasi di Sumatera. Utk langkah persiapan awal kamk selanjuti akan membuat PT dan apa langkah kami selanjutnya?

  2. admin says:

    Siapkan Tim. Tim dimaksud adalah kelompok thinker untuk menyusun langkah strategis utama dan masih tahap awal kedepan. Dewasa ini semua bisa dilakukan via mengontak dan mengontrak para ahli untuk menyusun konsep, mulai dari konsep penyiapan jenis proses di refinery, resources bahan baku yang available sebagai alternatif, bentuk kontrak kepastian feed, pola kerjasama kedepan dengan yang terkait dengan bahan baku dan penyaluran produk. Setelah potensi pasokkan dan kepastian penyaluran produk, baru didevelop kerja sama dengan Licensor untuk process detail, penyiapan basic Engineering dst dst. sampai tahap Engineering, sebelum Procurement dan constructions. Sangat banyak tahapan detailnya, walau masih tahap perencanaan.

  3. Aryo Wahyu Wicaksono says:

    Dh,
    Pak Syofri, tulisan bapak sangat berharga untuk para process engineer muda.
    Kami tunggu ulasannya yang lain ya Pak 🙂

    Salam,
    Aryo

  4. technology says:

    Keep up the good work ethic.

  5. Syofrinaldy says:

    Thank Pak Aryo, semoga bermanfaat
    Salam
    Syofrinaldy

  6. Syofrinaldy says:

    Jadi membuat refinerynya?

  7. Syofrinaldy says:

    Tahnks a lot

Leave a Reply

Your email address will not be published.