Maintenance

Refinery Maintenance Management atau management pemeliharaan Kilang adalah serangkaian kegiatan sistimatis pemeliharaan, yang meliputi aktifitas “memantau, memprediksi, merencana  dan memelihara sampai memperbaharui sebagian peralatan kilang secara teratu”, melalui sistem management yang sistimatis guna menjaga kehandalan operasi peralatan dengan pola yang ditetapkan secara efektif, seefisien  dan seekonomis mungkin, agar handal dan aman dalam siklus operasi antar waktu pemeliharaan yang ditetapkan agar usia kilang ekonomis dan handal dalam jangka panjang.

Dalam refinery, kehandalan sangat dimulai dari tahap design, pemilihan alat yang dipasang saat design / konstruksi awal, cara pengoperasian dan pola pemeliharaan kedepan yang dikehendaki. Bila dilihat dari aspek management, pemeliharaan meliputi perencanaan sejak awal design kilang, yaitu metoda pemeliharaan (system) yang akan diterapkan dengan serangkaian kegiatan yang dipilih, standard kehandalan yang dianut (tersirat / ditetapkan), serta pemeliharaan konsistensi system yang diiplementasikan dalam pemeliharaan. Konsistensi mengharuskan persiapan jangka panjang, mulai penyiapan man power dan kemampuan pelaksanaan agar sustainabilitas bisa dicapai. Semua dilakukan dalam batasan kemampuan dan keekonomian perusahaan. Ada kalanya suatu unit direfinery didesign untuk siklus pemeliharaan (T/A to T/A) satu tahunan, 3 tahunan atau 4-5 tahunan. Semua tergantung pada jenis proses dan severity proses, jenis minyak bumi yang diolah serta pemilihan kualitas alat yang dipilih sejak tahap design dan konstruksi. Refinery terkini, siklus T/A to T/A lebih panjang ,  rata rata diatas 3 tahunan agar lebih ekonomis.

Pemeliharaan Refinery disuatu lokasi, sangat tergantung kepada kemampuan daya dukung perusahaan yang turut dilibatkan dalam kegiatan pemeliharaan di likungan Refinery tersebut. Dinegara yang belum maju, daya dukung perusahaan pemelihara disekitar refinery belum kuat, sehingga banyak pelaksana pemeliharaan harus didatangkan dari Vendor / External Experties / atau memperbanyak pegawai sehingga biaya pemeliharaan menjadi mahal. Hal demikian terjadi di refinery nusantara waktu yang lalu, dan kondisi sebagian lokasi refinery masih demikian.

Sejalan perkembangan kemampuan industri lokal yang menuju standard kelas dunia, diharapkan daya dukung lingkungan membaik, biaya pemeliharaan dapat ditekan, dan tidak harus semua kompetensi pemeliharaan dikelola suatu Refinery. Disisi lain dampak posistif refinery, turut memajukan perusahaan lokal menuju kemampuan internasional.

Dilihat  dari sisi kehandalan, standard kualitas kerja dan standard teknis peralatan adalah ketetapan kualitas baku yang harus dijaga terbaik yang tidak bisa diturunkan agar operasi dipastikan aman, kehandalan terjamin, operasi dapat berkesinambungan, dan komitment bisnis terhadap pelanggan tidak terganggu oleh faktor ketidak handalan.

Dikalangan pebisnis, atau beberapa pengambil keputusan politis yang non teknis, masih tersirat bahwa kualitas bisa ditawar / diturunkan agar biaya murah, hal ini tercermin dari asumsi bahwa setiap pekerjaan harus murah dan murah itu dinilai baik.

Kualitas dalam aspek teknologi kehandal adalah hal yang khusus. Sampai batas tertentu, tidak bisa dimurahkan lagi. Ingat bahwa untuk “siklus operasi yang panjang atau stop ke stop kilang untuk perawatan ke perawatan berikutnya” memerlukan kualitas material tepat, berkualitas baik yang handal dengan  pemasangan yang tepat. Keekonomian aspek kehandalan kilang harus dinilai kemampuan operasi jangka panjang dan minimum loss time. Pengurangan loss time, cegah seringnya perawatan dan biaya pemeliharaan akumulatif yang besar karena frekuensi pemeliharaan tinggi karena tidak handal harus diperhitungkan dan dihindari.

Management Kehandalan.

Management Internal refinery selalu ditantang agar mampu membangun tim dan system management yang bisa menjalankan metoda pemeliharaan yang tepat sesuai perkembangan situasi dalam tantangan tugas dan waktu, serta dalam batasan keekonomian yang tersedia. Selain itu, proses regenerasi pekerja berjalan cepat antara proses pematangan pekerja versus regenerasi pekerja yang harus purna tugas. Dalam hal ini best praktices metoda pemeliharaan akan menjadi penting untuk dilestarikan, mengingat best praktices adalah penyederhadaan dan penyesuaian metoda pemeliharaan yang pernah terbukti efektif, jangan sampai terbawa pensiun oleh mereka yang purna tugas. Kehandalan kilang tergantung kepada bagaimana antisipasi atau pelaksanaan manajemen proses perubahan dan tantangan yang ada disetiap saat.

Salah satu cara, membangun kapabilitas inti system management pemeliharaan kilang, yang mampu membangun sistim pemantauan, perencana dan pengawas pemeliharaan yang memiliki wawasan dan standard teknologi yang tepat, berkemampuan kelas dunia. Senantiasa memiliki wawasan terbaru dalam aspek perkembangan teknologi untuk bisa menerapkan dalam kehandalan kilang secara tepat dalam batas keekonomian yang wajar.  Kelompok ini dalam jumlah terbatas, mampu mendesign rencana kerja pemeliharaan yang efektif, ekonomis namun handal dan mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Sebagai kelompok inti management pemeliharaan kilang, sekaligus mampu menjembatani kerja sama pemanfaatan resourses teknologi dan industri pemeliharaan disekitar perusahaan (lokal maupun internasional) untuk mendukung kehandalan dan pemeliharaan kilang. Kemampuan ini menuntut sikap dan kapabilitas profesional pekerja pemeliharaan tersebut.

Cara lain,  bila mana Refinery memiliki mitra Refinery sejenis disekitarnya, maka pola kolaborasi pemeliharaan bisa dibentuk. Misalnya dengan membuat anak perusahaan bersama (Joint Venture) khusus dibidang pemeliharaan. Perusahaan tersebut sebagai pelaksana pemeliharaan dikala Turn Around, perbaikan besar berkala (3-5 tahunan), atau perbaikan rutin bulanan yang dijadwalkan per paket.  Sebagai perusahaan khusus pemeliharaan, anak perusahaan tersebut harus dikembangkan sesuai kebutuhan perusahaan dibidang pemeliharaan yang profesional dengan teknologi terkini.

Semua diatas menjadi tatangan manajemen pemeliharaan dan pekerja Refinery Nusantara.

Syofri.

Comments are closed.