HSE

Health, Safety and Environment

Dalam suaru Refinery, khususnya Operasional suatu refinery, management HSE (Health, Safety and Environment) yang baik dan ketat dalam artian disiplin dalam implementasi peraturannya, merupakan keharusan atau mandatory yang   dikelola dengan  baik, ketat, disiplin, dengan pelaksanaan yang teratur, dan terstruktur, dikendalikan secara baik  oleh pekerja dan management yang profesional.

Perlu diingat bahwa “menegakkan suatu disiplin itu perlu kerja keras, namun merusaknya cukup beberapa sesaat”. Oleh karenanya jangan ada istilah kendor dalam disiplin, apalagi untuk safety, Health  dan Environment protection.

Health

Dalam Management operasi refinery, faktor kesehatan merupakan kebutuhan dasar dan tanggung jawab semua pekerja refinery. Pekerja di Refinery diharuskan memiliki ketahanan fisik yang prima untuk bisa mengoperasikan peralatan mekanis secara manual ataupun otomatis, dalam kerja bergilir pagi, sore ataupun malam. Kesiapan untuk bekerja dan siaga dalam waspada operasi dan safety memerlukan kesehatan prima yang terawat baik. Oleh karena tuntutan tugas, pekerja harus menjaga kondisi phisiknya agar tetap prima. Selama di refinery, pekerja harus menjaga peralatan agar kondisi alat terjaga baik,  tidak menimbulkan dampak tambahan terhadap kesehatan, tidak ada cemaran bahan kimia, tidak ada noise tambahan atau getaran tambahan yang tidak sehat sambil tetap memakai sarana proteksi kesehatan kerja yang sesuai tempat kerjanya.

Refinery yang dibangun selalu perlu dikaji dan diwaspadai  potensi yang dapat menimbulkan penyakit akibat kerja karena factor peralatan, bunyi, bahan kimia dan getaran serta hal lainnya. Pekerja secara periodik tahunan dilakukan general check up, sedangkan tempat kerja dilakukan pemeriksaan potensi sebab dan upaya pencegahaan gangguan kesehatan yang diperlukan. Audit berkala juga dilakukan oleh pihak internal dan ekternal perusahaan. Setiap pekerja diprotek dengan jaminan kesehatan dan proteksi asuransi kecelakaan kerja sesuai peraturan yang berlaku. Hal demikian sudah menjadi best praktek umum di Nusantara ini. Dalam bekerja dilengkapi “aturan keharusan menggunakan sarana perlindungan diri” dari tempat kerja yang perlu alat lindung diri. Bekerja diketinggian, ada getaran, ada panas, radiasi, percikan material, ada noise, ada gas dan lain sebagainya ditempat tertentu, maka alat terdebut di design dalam batas aman bisa dikendalikan, sedang pekerja nya diwajibkan menggunakan proteksi diri yang wajib dipakai ditempat tersebut. Regulasi ini wajib ditaati. Dampak akibat kerja diperiksa berkala sesuai ketentuan.

Safety

Safety merupakan keharusan paling penting dalam mengelola refinery. Ingat bahwa disetiap  refinery selalu ada 3 (tiga) untur potensi penyebab kemungkinan kebakaran. Ketiga hal tersebut adalah Oksigen dari udara, Bahan bakar minyak  atau gas bakar serta Panas atau Percikan yang dapat menimbulkan api. Ketiga untur ini dikenal sebagai “Segitiga Api”.

Upaya pengendalian “mencegah kebakaran” selalu ditekankan kepada menghilangkan / selalu dipisahkan setidaknya salah satu dari tiga unsur ini agar tidak pernah bertemu disetiap tempat di-setiap saat, kecuali hanya ditempat yang memiliki izin khusus. Tempat yang ada izin tersebut adalah furnace kilang, workshop bengkel las yang terpisah jauh dari area berbahan bakar. Itupun harus dicek dan izin jangka waktu terbatas, satu tahun misalnya.

Untuk mempekerjakan sejumlah orang dalam suatu tempat seperti refinery atau sumber yang banyak minyak / bahan mudah terbakar, tanki minyak dan sebagainya, setiap pekerja harus diajarkan ketiga unsur penyebab kebakaran, tatacara / aturan mencegah nya dan pelatihan memisahkan ketiga unsur (memadamkan) api bila terjadi kebakaran.

Pengertian sebab kebakaran mudah disampaikan, pembiasaan seseorang agar  sampai “terbiasa waspada dan turut aktif mencegah” potensi ketemunya tiga unsur tersebut menjadi sangat penting. Itulah peran para senior leader dan management refinery dalam pengoperasian suatu refinery.

Regulasi safety dan fire hazard bisa dibuat dan diterapkan, namun terpenting adalah menjadikan semua orang concern, waspada, care untuk senantiasa peduli dan patrol dilingkungan kerjanya. Mendirikan aturan secara konsisten. Secara bertingkat, dilakukan cek and recheck serta refreshing pemahaman dan kesiagaan secara periodik guna meyakinkan kelestarian budaya /  karakter waspada dalam bekerja dengan baik. Tidak ada waktu jeda dalam waspada maupun taat aturan dalam bekerja di Refinery.

Demikian juga dalam aspek safety bekerja ditempat tertentu, seperti ketinggian, kerja dikilang, mesin berputar, ada panas dan getaran / noise desible tertentu, semua dilengkapi alat pelindung diri. Ketentuan harus diikuti untuk safety. Izin kerja bagi pihak tertentu dibuat secara jelas dengan proteksi tertentu yang jelas. Semua memprioritaskan safety bagi semuanya.

Dalam diskusi di Refinery Nusantara, tersirat bahwa dalam suatu kecelakaan kerja kilang besar, bahkan dikilang internasional pun pernah terjadi kebakaran. Hasil telusur bahkan menyatakan, bahwa dari hasil audit system management safety tercatat sistem berjalan baik, laporan audit baru lalu bagus, namun kecelakaan juga tetap terjadi. Hal ini menunjukkan rutinitas audit management saja tidak cukup, reporting bisa saja bagus.

Jadi terpenting adalah kesadaran semua pekerja ditambahan audit tanpa kompromi harus diutamakan, semua untuk safety. Hal yang sama berlaku diketaatan atas prosedur operasi, pemeliharaan, safety serta ketaatan lingkungan.

Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang harus dikerjakan secara systimatis untuk bisa membangun kesadaran dan ketaatan yang pasti dalam hal  safety dan lingkungan. Itulah tantangan setiap insani Refinery Nusantara. Situs akan mencoba menbahas bertahap dalam posting berikutnya.

Environmental.

Alam dan Lingkungan, adalah cipataan Tuhan untuk kehidupan manusia, namun ada keterbatasannya. Semua insan harus turut melestarikan keseimbangan alam, agar ada seeimbangan alam itu sendiri untuk bisa menormalisasikan secara alami perubahan yang ada oleh kehidupan makhluk yang ada disekitarnya tanpa merusaknya.

Ketaatan  lingkungan  semakin  menjadi perhatian, kebutuhan dan tuntutan publik. Bahkan sering dijadikan isu oleh lingkungan untuk menekankan tuntutan mereka terhadap management setempat. Menjadi perhatian adalah semakin baik, mengingat alam adalah milik antar generasi dan ulah manusialah yang bisa merusak atau memperbaikinya. Refinery di Nusantara selama ini telah mengelola secara baik, namun masih perlu ditingkatkan walaupun sudah diatas batasan yang aman secara regulasi. Kesadaran ini berkembang dalam pengetahuan dan perilaku pekerja. Perlu dijadikan kebutuhan dan perilaku waspada seluruh pekerja.

Kunci ketaatan yang perlu dikembangkan bukan karena tuntutan batasan regulasi, namun hendaknya menjadi kesadaran sebagai warga dunia yang harus adil terhadap alam. Tempat kerja adalah sarana yang dikelola. selain ditempat kerja, dirumah dan dilingkungan masyarakat juga dikelola secara baik. Disadari banyak tanah yang dikoversi menjasi tertutup oleh beton, atap, jalan, paving blok tidak berpori. Hutan, bukit gundul, berganti ladang musiman, perumahan dll. Kesadaran perlunya resapan air ketanah digalakkan. Penghijauan semampu perorangan diupayakan. Kesadaran mengendalikan limbah sampah dan bahan berbahaya disosialisasikan. Semua untuk memperbaiki kondisi alam, dan mencegah kerusakan berlanjut alam oleh manusia.

Refinery Nusantara tercatat telah menggerakkan warganya dalam bidang ini, mulai dari menggerakkan kesadaran terhadap safety, terhadap kesehatan kerja dan diri sendiri serta kesadaran perlunya menjaga kelestarian lingkungan. Dalam jangka panjang hendaknya kesadaran ini tumbuh menluas disekitarnya dan diseluruh pelosok Nusantara Indonesia.

Syo.

Comments are closed.