Kendali Utama FCC-RCC-RFCC

FCC-RCC-RFCC

A. INTRODUCTION

RFCC atau Residue Catalytic Cracking Unit,  merupakan sarana unit pengolah minyak sisa dari CDU (Crude Destilation  Unit minyak mentah) suatu Refinery, berupa long residu atau ditambah VGO, yang memiliki nilai ekonomi sisa yang rendah. RFCC memiliki advantage untuk memperbaiki keekonomian kilang, karena kemampuan meng-upgrade nilai produk hidrokarbon – (menjadi produk gasoline, LPG, Propylene, fuel gas dan LCO/DCO untuk komponen diesel dan marine fuel oil) – memiliki fleksibilitas operasi bila dikelola dengan cermat dan baik.

Namun manfaat RFCC di batasi parameter design yang perlu dikenal dan dikelola dengan baik, menjaga keseimbangan “beban alat operasi versus pola pemanfaatan” agar bisa operasi kontinyu > 36 handal, ekonomis dan stabil (TA to TA) .
Design RFCC ditujukan mengolah fraksi long residu dan heavy vacuum gas oil dengan kualitas tertentu (dikendalikan) untuk menjadi produk bernilai ekonomi tinggi berupa Offgas (biasa minimal*1), Propylene, LPG Propane, LPG Butane, Naphta oktan number tinggi (92-93.5), LCO dan DCO (slurry) diminimalkan oil*1 serta coke dikatalis (sebagai sumber enersi bagi RFCC di COB, cat.cooler dan enersi cracking di Riser Reaktor & pemanas bottom Fraksionator) dengan bantuan katalis silica alumina (dengan kualitas dan kendali velocity tertentu) pada suhu 515-545 oC dengan Cat/Oil tertentu, dengan contact time catalyst/oil beberapa  second di Riser Reactor.

Note *1 : via pemilihan katalis.

Riser Reactor, tempat konversi katalitik di design untuk: kondisi operasi tertentu, untuk feed kualitas tertentu, dengan bantuan katalis tertentu yang bisa diupgrade dengan vendor katalis (atau pengaturan jaga level aktifitas katalis dan metal content) dan variable operasi tertentu agar terkendali kearah produk sesuai design dan minimasi resiko dampak operasi tertentu.

B. OPERATIONAL
Ditahap operasi awal, diperlukan pemerataan pemahaman untuk seluruh team terkait, diantaranya untuk,

1. Mengenal dan Pembuktian Performace & Kehandalan design.
Operasi kontinyu dengan variable batasan design vs konversi tertentu dengan katalis dan parameter operasi tertentu yang telah dipilih.
Kendali operasi antara lain kualitas
(1) feed RFCC, (batasan spesifikasi feed vs suplai yang tersedia)
(2) parameter operasi (Oleh operator & Team) internal dan
(3) kualitas & kondisi katalis (Manfaatkan Supporting ahli & lab vendor katalis periodik)
1,2,3 versus daya tahan alat yang dikendalikan secara cermat.
Namun ada bahagian yang perlu dipantau, apakah ada yang overload ada variable berubah (konversi rendah, dipastikan LCO + DCO naik, beban alat bottom system, HE & pompa naik), akan membatasi kapasitas unit.

2. Kondisi awal Kilang baru.
Pada periode tahun awal operasi, tengah berproses terbangunnya supporting untuk terhadap RFCC, antara lain:
• Di sektor Upstream Kilang: supporting perencanaan arus minyak (Jakarta s/d Unit), vendor katalis diminta support data, vendor alat dan membangun supporting teknis eksternal luar kilang, chemicals, dll.),
• Internal Kilang: pengelolaan operasi dan kehandalan dan pengenalan karakter semua variable dan trend terkaitnya oleh pekerja.
• Dowstream kilang: mata rantai marketing, distribusi via pipa dan pengapalan serta truck distribusi.
Bila ada gangguan pada salah satu item diatas, potensi terjadi gangguan keseimbangan, bisa bergejolak, khusunya bila kapasitas RFCC besar.

3. Optimasi dalam batas design.

Bagi Kilang dengan multi jenis crude, akan cenderung berubah / merubah kondisi operasi hampir disetiap waktu ganti tanki (per 3 hari, dst), maka mengenal operasi via trend akan sangat membantu para pihak terlibat operasi, termasuk untuk feedback bagi pemasok Feed (Jakarta & unit Upstream RFCC).

Trend monitoring (operasi DCS) biasanya dibangun diantaranya untuk upaya mengenal perubahan kondisi operasi karena perubahan salah satu variable versus upaya perbaikkan / fine tunning, keterkaitan   sebab-akibat kondisi operasi.

Untuk persiapan feed dan upaya aplikasi RFCC terhadap pemanfaatat dalam pengolahan berbagai jenis residue crude oil, biasanya dibuat upaya memantau via data data jangka tertentu / trendding sebaba akibat. Contohnya,

(a) Jenis dan spesifikasi Feed, (mendekati ~ batasan design) vs konversi pada variable         operasi utama severity proses di Reaktor. Feed quality sesuai batas min-max.
(b) Mengenal Jenis dan kesesuaian katalis, menvariasikan injeksi vs hasil konversi pada       variable operasi yang sama.

  • Kualitas catalyst: Trend potensi konversi (performa katalist dijaga stabil pakai data feed lab vendor), aman alat (ada syarat teknis katalis vs hardness /psd/ attritian), arah konversi (maks gasoline or propylene, minimasi off gas dan LCO+DCO), keekonomian (qtt ijeksi lbs catalyst/bbl feed), pantau stabilitas qualitas (katalis activities, particle size, surface area dan reporting) vs feed & konversi bulanan, tahunan.
  • Memantau variable equilibrium catalyst vs kontaminas dan activities catalys vs feed yang diolah (konversi nyata di Rx).
  • Memanfaatkan Supporting vendor katalis untuk meneliti trend performa katalis, perbahan katalis dan daya konversi dan improvement next supplai shipment (no charge) atau analisa karekter feed vs katalis.

(c) Mengenal keterbatasan kapasitas alat dan daya tahan alat selama perubahan, untuk       optimasi kedepan.
(d) Membangun kapabilitas internal team.

  • Familiarisasi Operating parameter, (daily dan trend) antara (mcrt, uop k, jenis feed) vs konversi (dan Temp Rx, C/O), dan activity catalyst.
  • Mengenal dan menjaga kehandalan operasi, sambil membangun relasi supporting katalis vendor terkait, via presentasi periodik perbaikkan conversi (manfaat feed back timbal balik vendor – refiner)

(e) Short report monitoring Kontrol operasi via for management via laporan.

• Khusus U-101: (Feed: UOP K, mcrt, cut point feed),
• Rx-RG (Tem Rg, Temp Rx, Conversi, Cat Injection),
• Kolom Frationator (temp bottom kolom 350-360 C, ratio sirkulasi bottom 1.5-1.6 x          feed design bila terganggu potensi potong intake dan Shut/Down, dan cegah scaling /    fouling, velocity di pipa / HE bottom > minimum velocity),
• Boiler: Sirkulasi boiler water di tube Cat cooler 21x produksi steam, lindungi cat cooler    dan COB Steam production rate.

Semua perlu dikelola dengan baik, guna meminimasi resiko.
Manfaat monitoring Trend / data kecendrungan jangka panjang, untuk mengenal sebelum perubahan besar dilakukan. 1-3 tahun pertama membangun trend variable dan pembuktian sesuai design terhadap cycle TA to TA RFCC sebagai learning periode, mencegah gagal operasi via akurasi monitoring data.
Catatan: Selain faktor Feed & Kualitas katalis, ada Process Variable operasi yang berpengaruh.

C. Proses variabel RFCC yang paling berpengaruh
antara lain :
1. Cat/Oil ratio (5 s/d 10 banding 1)
2. Temperatur Reactor 515-540 oC (di pengaruh dari Temp.Regen & Feed)
3. Conversi, (rendah 50-60 %, tinggi bila 80-90 %).
Konversi –> Diukur dari {[Feed-(LCO+DCO]/feed} x 100%.
4. Flow rate Umpan. ( > 65 %, atau diatas minimum turn down ratio)
5. Temperatur Combine Feed. (240-275 oC )
6. Sirkulasi katalis. (45 – 70 ton/menit)
7. Lift Gas. (1.5-2 %wt dari feed rate, disesuaikan riser velocity).
8. Lift Steam. (1.5-2 % x feed rate disesuaikan riser velocity)
9. Stripping Steam. (1 – 2 kg/ton katalis disirkulasi)
10. Tekanan Reactor. (diatur dari main column ovhd press).
11. Pressure balance Regen-Reactor & Main Colomn. (via delta press Rx/Rg & Level Cat.      dan Tekanan Overhead Factionator)
12. Distribusi udara ke Regenerator. untuk regenerasi.
13. Pembakaran coke. (Upper Rg partial + 65-80 %, lower complete.)
14. Combustion air rate (upper Rg 70 %, Lower 30 %).
15. Temperatur upper regen. (dipengaruhi kwalitas feed, dan Reactor dan Pengaturan            rate udara).
16. Temperatur lower regen.(650-725 oC , berpengaruh pada T.Rx & C/O)
17. Level regen. (dikontrol via Flow through stand pipe).
18. Temperatur lower regen ( diatur sebagian via Flow Through Cat Cooler).
19. Tekanan Regenerator.(berpengaruh pada delta Press SLV)
20. Kwalitas dan kondisi feed. (MCRT, UOP K, Boiling Point, contaminant, Cut point)
21. Kondisi dan tipe katalis. (metal, MAT, size, SA) dll.

Dari Process Variabel tersebut, variabel yang dominan terhadap process dapat dikelompokkan sebagai berikut:
*)Reactor Severity :
Faktor yang dominan dalam hal ini : Temperatur, Concentrasi reactance & Catalyst,       resident time, permukaan catalyst, tekanan dan luas permukaan katalyst.
*) Regenerator Severity
Faktor yang dominan a.l.: Carbon level dikatalis, Air Rate & distribution, Temperatur,      Tekanan, design regen, Mode regenerasi, Resident time.
*) Kualitas dan kondisi feed stock
Feed rate & Recycle Rate, aspek fisis feed, dan suhu.
*) Type dan Kondisi katalis
Activity (MAT >65), Metal content (8000-16500ppm), Suface area (>130 M2/mg),         particle size distribution (5-10 % < 40 micron & kurang dari 5 % yang > 100                 micron), Re2 O3, wt % sekitar 2 %.

D. REAKSI KIMIA 

REAKSI CRACKING
Semua komponen crude oil yang mempunyai rentang titik didih diatas 350 °C dapat diklasifikasikan sebagai residu, termasuk HGO, VGO dan vacuum bottom.
Sebagian besar material ini mengandung mono, polynuclear naphtenes dan aromatik, resin dan asphaltenes. Residu mempunyai densitas dan viskositas serta kandungan conradson carbon, sulfur, basic nitrogen dan metal yang lebih besar dibanding pada gasoil.
Reaksi cracking merupakan reaksi pemecahan ikatan C-C, yang reaksinya bersifat endothermis dan secara thermodinamika reaksi tersebut dapat berlangsung dengan baik pada temperatur tinggi.
Serangkaian reaksi yang kompleks akan terjadi pada saat molekul umpan dikontakkan dengan katalis pada temperatur 650 – 760 °C. Distribusi produk yang dihasilkan tergantung pada banyak faktor termasuk kondisi umpan dan kekuatan sisi asam katalis.
Meskipun reaksi yang terjadi adalah catalytic cracking, namun reaksi thermal cracking juga terjadi akibat kurang idealnya kontak antara umpan dengan katalis dalam riser.
Reaksi-reaksi penting yang terjadi pada RFCC / RCC adalah sebagai berikut :
1. Cracking.
a. Paraffin terengkah menjadi olefin dan paraffin yang lebih kecil.
b. Olefin terengkah menjadi olefin yang lebih kecil.
c. Perengkahan rantai samping aromatik.
d. Naphthene (cycloparaffin) terengkah menjadi olefin,
2. Isomerisasi.
n-Olefin menjadi iso-Olefin
n-Paraffin menjadi iso-Paraffin.
3. Hydrogen transfer.
a. Naphthene + Olefin Aromatik + Paraffin
b. Cyclo aromatisasi.
c. olefin menjadi paraffin dan aromatik.
4. Alkyl grup transfer / transalkylation.
5. Cyclisasi olefin menjadi naphthene.
6. Dealkylasi.
7. Dehydrogenasi.
8. Reaksi kondensasi.

Reaksi perengkahan berlangsung secara endothermis, reaksi isomerisasi menghasilkan panas reaksi yang kecil dan reaksi perpidahan hidrogen bersifat eksothermis. Pada proses perengkahan reaksi endothermis selalu menonjol, besarnya pengaruh panas tergantung pada umpan, katalis dan kondisi reaksi.

A. THERMAL CRACKING.
Apabila hidrokarbon tanpa adanya katalis dikenakan temperatur tinggi (425 – 650 °C), maka akan terjadi thermal cracking melalui mekanisme pembentukan radikal bebas. Thermal cracking merupakan fungsi temperatur dan waktu. Langkah awal thermal cracking adalah dengan terjadinya homolysis ikatan carbon – carbon membentuk radikal bebas. Radikal bebas adalah “uncharge molecule” yang kehilangan pasangan elektronnya. Radikal bebas ini bersifat sangat reaktif dan berumur pendek, terbentuk akibat pemutusan ikatan C-C yang menghasilkan “uncharge species” dengan membagi pasangan elektronnya.

Radikal bebas ini amat sangat reaktif, dapat menjadi alpha dan betascission dan/atau berpolimerisasi. Beta scission menghasilkan olefin dan satu radikal bebas yang mempunyai dua atau lebih atom carbon. Radikal bebas baru dapat menjadi beta scission untuk menghasilkan ethylene. Beta scission berlanjut sampai terbentuk methyl radikal. Sequence reaksi tersebut akan menghasilkan bentuk produk akhir yang kaya C1 dan C2 sesuai dengan jumlah alpha olefin.

Thermal cracking juga dapat terjadi karena tingginya temperatur pada riser feed injection zone, makin tinggi temperatur maka thermal cracking rate makin lebih cepat dibanding catalytic cracking rate. Temperatur pada riser feed injection zone sangat dipengaruhi oleh temperatur regenerated catalyst dari regenerator yang umumnya antara 650 – 730 °C. Thermal cracking rate juga akan meningkat dengan kenaikkan berat molekul hydrokarbon, dan thermal cracking rate olefin lebih besar dibanding pada paraffin dengan jumlah carbon yang sama. Energy aktifasi reaksi thermal cracking adalah empat kali energy aktifasi reaksi catalytic cracking.

Ukuran oil droplet juga mempengaruhi reaksi thermal cracking, makin kecil ukuran oil droplet maka akan makin banyak jumlah oil droplet yang dapat kontak dengan catalyst grain sehingga meningkatkan thermal transfer efficiency yang mengakibatkan pendinginan catalyst grain secara cepat dan menurunkan thermal cracking rate.
Mekanisme Raksi Thermal cracking

Menurut teori free radical dari thermal cracking, “intermediate free radical” akan terbentuk disaat terjadinya perengkahan termis pada ikatan Carbon-Carbon atau Carbon-Hidrogen dari feedstock.
Free radical atau group hidrokarbon dengan elektron tidak-berpasangan, kemudian akan bereaksi menyusup pada ikatan beta dan mentransfer “hydride” nya. Selanjutnya terjadi reaksi berantai yang menyebabkan pengurangan / memotongan molekul dari reaktannya.

Enersi untuk memecah ikatan C-H lebih besar dari pada C-C, sehingga kecenderungan perengkahan ikatan karbon akan dominan. Enersi pemecahan ikatan pimer, secunder atau tertier dari Carbon-Carbon nyaris hampir sama (berbeda sedikit), sehingga mungkin akan ada sedikit variasi perbedaan reaksi. Akan tetapi lain pada ikatan rangkap Carbon-Carbon dan ikatan tunggal carbon yang berdekatan dengan ikatan rangkap carbon-carbon, akan lebih stabil (lebih kuat ikatannya) dibanding ikatan tunggal carbon-carbon yang jauh dari ikatan rangkap carbon-carbon.

Contoh, pada 1-butene, ikatan beta pada ikatan C-C (dua ikatan lebih jauh dari ikatan rangkap) lebih mudah direngkah dibanding ikatan alpha C-C (ikatan yang terdekat terhadap ikatan rangkap).

image002

Komponen lain seperti Cycloparafins lebih sulit direngkah. Aromatic mempunyai ketahanan terhadap pyrolisa, namun rantai cabangnya bisa direngkah.

B. CATALYTIC CRACKING.

Apabila hydrokarbon dikontakkan dengan regenerated catalyst panas, langkah awal yang terjadi adalah penguapan hydrokarbon tersebut oleh katalis,lalu dikuti dengan pembentukan “positive charge” atom  carbon yang disebut carbocation. Carbocation selanjutnya dapat terbagi menjadi carbenium dan  carbonium ion.

Carbenium ion R-CH2+ , berasal dari penambahan positive charge pada olefin

(Bronsted acid site) dan/atau dari lepasnya hydrogen dan dua elektron dari molekul paraffin (Lewis acid site).
Sisi Bronsted menyumbangkan proton pada molekul olefin dan sisi Lewis menghilangkan elektron dari  molekul paraffin. Sisi asam Bronsted dan Lewis pada katalis merupakan pembangkit carbenium ion.

Carbonium ion, CH+ , terbentuk dengan penambahan ion hydrogen (H+) pada

molekul paraffin. Carbonium ion charge kurang stabil dan sisi asam katalis kurang kuat
untuk membentuk sejumlah carbonium ion. Konsekuensinya hampir semua cat cracking chemistry adalah  carbenium ion chemistry.

Tiga reaksi dominan carbenium ion adalah :

Cracking of C-C bond.
Beta scission merupakan kunci ionic cracking yang memisahkan ikatan C-C pada kedua ikatan dari positive-charge atom carbon. Produk awal beta scission adalah olefin dan carbenium baru yang selanjutnya merupakan reaksi berantai. Hydrocarbon rantai panjang lebih reaktif dari pada hydrocarbon rantai pendek, sehingga rate reaksi cracking makin menurun dengan berkurangnya panjang rantai sampai pada titik tidak mungkin membentuk carbenium ion yang stabil.

Reaksi Isomerisasi.
Reaksi isomerisasi lebih sering terjadi pada catalytic cracking dibanding pada thermal cracking. Mekanisme pemecahan ikatan pada thermal dan catalytic cracking adalah melalui beta scission. Pada catalytic cracking sejumlah carboca tion cenderung untuk bergabung membentuk tertiary ion yang lebih stabil diban ding secondary maupun primary ion. Keuntungan reaksi isomerisasi adalah :
tingginya ON dan rendahnya cloud point untuk diesel fuel. Iso-paraffin dalam range titik didih gasoline mempunyai ON lebih tinggi dibanding n-paraffin.

Reaksi Hydrogen Transfer.
Hydrogen transfer atau lebih tepat disebut hydride transfer merupakan reaksi bimolekuler yang salah satu reaktannya adalah olefin. Contoh hydrogen transfer adalah reaksi dua olefin yang keduanya teradsorb pada sisi aktif dan salah satu olefin tersebut menjadi paraffin dan yang lain menjadi cyclo-olefin, dengan demikian terjadi perpindahan hydrogen dari olefin yang satu ke olefin yang lain. Cyclo-olefin selanjutnya ditransfer hydrogen oleh olefin yang lain menjadi cyclo di-olefin. Cyclodi-olefin akan rearange membentuk aromatik yang sangat stabil. Dengan demikian hydrogen transfer pada olefin dan mengkonversi olefin tersebut menjadi paraffin dan aromatik.
Reaksi hydrogen transfer biasanya menaikkan yield gasoline dan stabilitasnya. Hal ini terjadi dengan menurunkan reaktifitas gasoline yang dihasilkan.

Reaksi Katalitik Cracking

Reaksi katalitis berlangsung dengan membentuk “gugus antara” bermuatan positif berupa ion karbenium CR3+ atau ion karbonium CR4H+. R merupakan group alkil.

Pentingnya memilihan Feed yang tepat:
1) Olefin lebih mudah direngkah menjadi carbocation.
2) Kecepatan perengkahan normal parafin akan naik bila panjang rantainya bertambah,       s/d maksimum  C16 , kemudian berkurang.
3) Kecepatan reaksi perengkahan Isoparafin dan Naphthenes lebih cepat direngkah              dibanding n-parafin. Dan perengkahan Iso-parafin lebih cepat dari pada perengkahan      Aromatic.
4) Ring aromatis tidak mudah direngkah.
5) Catalyst FCC bisa terdeaktifkan oleh polynucler aromatics, karena acid site               catalystnya tertutupi.

Ada banyak reaksi dapat terjadi oleh bantuan zeolit dari katalis FCC, dipercepat dan berantai melalui pembentukkan reaksi karbokation (Membentuk ion karbenium atau karbonium). Produk terbentuk dapat berupa memotong rantai panjang, membentuk isomerisasi, disertai reaksi samping pemotongan gugus alkil dari aromatic.

C. ASPEK THERMODINAMIKA.
Catalytic cracking meliputi rangkaian reaksi secara simultan. Beberapa reaksi bersifat endothermis dan beberapa lainnya bersifat eksothermis.

Setiap reaksi mempunyai panas reaksi yang menyertainya. Secara keseluruhan panas reaksi mengacu pada net atau panas reaksi gabungan keseluruhan reaksi. Meskipun sejumlah reaksi bersifat eksothermis namun secara keseluruhan reaksi masih bersifat endothermis.

Regenerated catalyst mensuplai cukup energy untuk memanaskan feed sampai outlet riser temperatur, memanaskan udara pembakaran sampai temperatur flue gas, menyediakan panas reaksi endothermis dan mengkompensasi kehilangan panas ke atmosphir. Sumber energynya adalah pembakaran coke hasil reaksi.
Hal ini menunjukan bahwa type dan besarnya reaksi mempunyai dampak pada heat balance unit. Sebagai contoh, catalyst dengan karakteristik hydrogen transfer yang rendah akan mengakibatkan panas reaksi net menjadi lebih endothermis. Konsekuensinya, memerlukan sirkulasi katalis lebih besar dan memungkinkan coke yield yang lebih tinggi untuk menjaga heat balance.

Salam,

Syo

Posted in Uncategorized | Comments Off on Kendali Utama FCC-RCC-RFCC

Kebijakan Pro Rakyat Yang Sehat

Kebijakan untuk publik yang ditunggu adalah kebijakan yang bersifat pasti ketersediaan nya, pro rakyat dan dirasa sesuai budget publik pengguna secara harian dan bulanan.

Contoh, “Rasa aman”, baik waktu pagi, Siang, maupun malam. Di negeri sendiri, rasa aman bagi siapapun, pagi, siang, malam perlu dirasakan semua kaum, ibu, bapak dan anak.

Yang lain adalah ketersediaan  Fasilitas umum harian, diantaranya sarana transportasi publik,  sarana transport perorangan, sarana publik, mulai dari trotoar bagi pejalan kaki, atau sejenisnya.

Transportasi publik yang nyaman, membanggakan alias bergengsi namun murah, bersih, aman, biaya terjangkau.

Kebutuhan primer masyarakat, berupa makan sehat, tempat tinggal baik dan sehat serta sarana pendidikan dan kesehatan yang baik dan murah terjangkau oleh masyarakat banyak.

Semua hal diatas sebenarnya saling berkaitan. Standard tata nilai para perencana akan berpengaruh terhadap perilakunya dalam tugas saat akan memperbaiki sistem secara keseluruhan. Memperbaiki atau membangun sesuatu yang baru, memerlukan perubahan cara pandang, yang dipengaruhi oleh kebiasaan dan cara melihat setiap permasalahan  sehari hari perencana tersebut. Oleh karenanya, faktor pendidikan, wawasan, Visi dan tatanilai yang melekat padanya berpengaruh dalam berkreasi dan menjadi kunci, khususnya untuk jangka panjang.

Contoh. Menilai “rasa aman atau tidaknya di suatu daerah, banyak dipengaruhi oleh keterbatasan sudut pandang, dan pendidikkan atau pengalaman seseorang.

Rasa “Aman” dimulai dari pembangungan sikap rohani, sikap mental masyarakat,  dalam kehidupan sehari hari.

Di negara maju, rasa aman tampak dari sehari hari. Kota dengan tatanilai rasa aman melahirkan tuntutan keamanan yang lebih baik. Melahirkan kebijakan dan penerapan keamanan yang juga lebih baik. Di kota besar, wanita pulang kerja dan balik kerumah malam pun aman. Bila dilihat bangunan antar gedung besar, tanpa pagar sehingga security terbatas hanya pada saat akan masuk ruang. Ini tercipta dari adanya rasa aman.

Kota, trotoar lebar, dan antar halte diciptakan menjadi jarak perjalanan sehat per hari, sehingga kegiatan jalan kaki, sekaligus menjadi sarana merawat kesehatan masyarakat. Jelas desain ini menjadi upaya menekan biaya kesehatan.

Trotoar yang lebar, nyaman disamping jalan raya.

Trotoar yang lebar, nyaman disamping jalan raya.

Transportasi umum membanggakan, murah tapi muatan banyak dan harga terjangkau  oleh masyarakat.  Pengguna, mulai dari Direksi perusahaan sampai masyarakat umum, tukang sapu, pulang pergi bisa saja naik transportasi yang sama (kereta atau pun bus umum  yang bagus, resik dan membanggakan. Hasilnya, konsumsi Bahan Bakar Minyak perorangan pejalan, turun, transportasi umum bagus yang dominan.

Sarana untuk kebutuhan primer, makanan, perumahan, dirawat untuk tidak membebanimasyarakat, tapi terjangkau.

Banyak design sarana publik oleh instansi per-ijinan tidak mampu IMG_1120menciptakan kebijakan baik untuk jangka panjang.

Karenanya,  disaat era yang dijanjikan akan menjadi bahagian dari Revolusi mental, diperlukan orang bijak yang berpengalaman untuk menghasilkan wawasan untuk aspek “perencanaan dan keputusan sampai dengan perijinan yang jauh lebih baik, untuk jangka panjang atau pun jangka pendek, yang sejalan untuk menekan cost masyarakat perorangan maupun pemerintahnya.

Revolusi mental, akan kearah yang baik bilamana pendidikan akhlak, budaya malu berbuat kesalahan kecil ditumbuh kembangkan. Budaya malu membuang sampah sekecil apapun yang tidak ditempatnya, meludah sembarangan sampai menerima uang tip sampai sogokan untuk sesuatu yang seharusnya sudah melekat menjadi tugasnya. Perlu    upaya yang serius untuk memperbaiki norma masyarakat, me majukan, diikuti pembelajaran ilmu dan cara pikir sehat yang berbudaya baik. Hukum dan tindak-kan pengamanan, hendaknya makin dominan, ini akan mengarahkan pada terbentuknya pembangunan mental yang baik. Norma yang maju. Memajukan norma, tata-nilai, kultur bersih lahir, bersih rohani, elegan bersikap dan berbuat baik, malu menyimpang sekecil apapun perlu dikembangkan sejak dini. Sejak saat ini, dari kecil, sampai besar.

Tata-nilai terbaik, di-tumbuh kembangkan disetiap sekolah, disetiap perusahaan, disetiap lembaga dan disetiap pertemuan. Mulai dari atas kebawah dan dari bawak keatas. Teguran sikap terbuka jangan dinilai memalukan, tapi dihormati.

Semoga Nusantara ini tumbuh dengan keindahan tatanilai budaya dan alamnya.

Semoga semua terjadi.

Syo

 

 

 

Posted in Uncategorized | Comments Off on Kebijakan Pro Rakyat Yang Sehat

Premium Refinery Nusantara

Premium asal mulanya adalah naphtha (salah satu Produk destilasi minyak bumi) + TEL (sejenis aditif penaik oktan) agar didapat ON 88. Namun isu lingkungan sejak era tahun 2006, mengharuskan TEL (aditif penaik oktan yang mengandung lead alias timbal hitam yang tidak sehat) di stop dan karenanya TEL diganti HOMC (High Mogas Component untuk menaikkankan Oktane ke 88).

Apa itu HOMC, yaitu merupakan produk naphtha (komponen minyak bumi) yang memiliki struktur kimia bercabang dan ring (lingkar) berangka oktan  tinggi (daya bakar lebih sempurna dan instant cepat), Oktan diatas 92, bahkan ada yang 95, sampai 98 lebih. Kebanyakan merupakan hasil olah lanjut Naphtha jadi ber-angka oktane tinggi atau hasil perengkahan minyak berat menjadi HOMC.

Terbentuknya oktane number tinggi adalah hasil perengkahan katalitik ataupun sintesa catalityc di reaktor kimia Unit kilang RCC/FCC/RFCC atau Plat Forming atau proses polimerisasi katalitik lainnya.

Refinery Nusantara memiliki unit FCC/RCC demikian namun tidak banyak, belum mencukupi untuk menjadi pencampur, meng-upgrade Total Naphtha produk nusantara menjadi Premium 88. Masih perlu tambahan dari luar Refinery Nusantara alias import. Mengingat Pakai TEL tidak akrab lingkungan, maka solusinya adalah import HOMC dari luar negeri atau bangun Kilang HOMC. Saat ini tengah dibangun RFCC di salah satu kilang di Nusantara, Jawa Tengah.

Bedanya, dengan TEL volume premium tetap karena TEL bagaikan aditif yang secara volume tidak menambah volume Naphtha saat jadi premium ON 88. Premium + TEL volume sama alias tetap. Namun, Naphtha + HOMC akan menghasilkan volume yang proporsional. Vomul premium akan bertambah sebesar volume HOMC yang menaikkan oktan number naphtha tersebut mencapai ON 88. Biasanya ON naphtha hasil destilasi minyak bumi antara 65 – 75 (tergantung jenis rantai hydrocarbon komponen Minyak Buminya).

Kesimpulan:

  • Premium 88 zaman dulu, Volumen 88 ~ Volume Naphtha ex destilat minyak buminya. (Volume TEL nyaris sangat kecil)
  • Premium 88 zaman saat ini ~ Volume Naphthanya + Volume HOMC Tambahan. (Volume HOMC nyaris sebesar Volume naphtha itu sendiiri sehingga volume bertambah hampir 2 kali lipat)
  • Penambahan HOMC adalah untuk meng-upgrade Naphtha lokal (produk ex destilasi minyak mantah Kilang Nusantara agar laku terjual) jadi BBM akrab lingkungan dan memenuhi kebutuhan pemerintah.
  • Naphtha bisa diupgrade jadi Pertamax 92 – 95 bila dibangun kilang plat-format seperti Kilang Blue Sky Project Balongan yang telah beroperasi, atau sejenis itu di seluruh refinery nusantara
  • Pertanyaannya, sudah semua naphtha lokal ter-upgrade jadi HOMC (Pertamax atau BBM beroktane tinggi)?. Sidah cukupkah unit peng-upgrade tersebut tersedia secara nasional di seluruh kilang dinegeri ini?. Silahkan cari jawabannya. Itulah tantangan Refinery di negeri ini.

 

Syo.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Premium Refinery Nusantara

Pilihan Harga BBM Yang Ideal

Memantau harga BBM Nasional, tampak senantiasa menjadi masalah yang berulang yang menimbulkan gejolak di masyarakat nasional, di berbagai lapisan. Diantaranya Harga telah menjadi faktor penentu inflasi, komoditi isu politik bagi politikus negeri, menjadi ajang demo periodik, menambah kerepotan bagi pengusaha dalam perhitungan biaya transportasi dan sekaligus menjadi faktor ketidakpastian usaha dan ketenangan berusaha.

Bila harga stabil, ada kepastian, ada kestabilan, ada ketenangan. Kenapa itu tidak dipilih. Namun pilihan harga stabil ada dua.

  1. Harga murah yang di subsidi yang membebani negara, dengan besaran subsidi tergantung harga minyak dunia dan pertumbuhan konsumsi yang disubsidi (masyarakat banyak), yang konsumsinya makin membesar,  dengan besaran subsidi yang bergejolak sesuai fluktuasi harga minyak internasional. Besaran subsidi = (harga minyak internasional – harga subsidi – biaya distribusi) per liter nya.
  2. Harga tinggi tanpa subsidi dengan selisih harga yang masuk ke penerimaan negara dari selisih harga wajar (Harga ketetapan pemerintah – minyak dunia – biaya distribusi) per liter nya. Harga ini ditinggikan sehingga pemerintah selalu menerima selisih walau berfluktuasi, tapi tidak membebani negara. Seyogyanya ada penerimaan untuk negara yang akan dikembalikan kepada pembangunan infrastruktur transportasi nasional agar tercipta kelancaran transportasi masyarakat dan industri yang baik.

Harga BBM yang berfluktuasi mengikuti harga dunia, belum waktunya diterapkan di Nusantara ini, karena harga yang labil, berpotensi polemik di masyarakat. Penerapan harga internasional mungkin baik bilamana infrastruktur transportasi masal sudah mapan baik, tersedia cukup, atau variabel transportasi telah teratasi dengan baik, tidak membebani perorangan per liter nya karena digunakan secara masal.

Pilihan 2 akan lebih baik bilamana:

  • Pemerintah membangun transportasi masal seperti kereta api, busway, bus besar, kereta monorel, kapal penumpang, dll yang bersifat masal, yang nyaman, aman dan bergengsi dari hasil penerimaan minyak yang tidak di subsidi.
  • Sarana halte, stasiun dan fasilitas umum pejalan kaki, trotoar dibuat sangat nyaman, aman, bersih dan membanggakan. Tidak memalukan, kumuh, tidak dijadika tempat parkir, atau tempat dagang.
  • Pemda dan masyarakat juga harus memiliki persepsi yang sama akan hak pejalan kaki. Ditengah rotoar tidak boleh ada pembangunan yang mengorbankan lebarnya trotoar, seperti Pot Bunga, tanam pohon ditengah trotoar, atau membangun sesuatu yang mengorbankan hak dan kenyamanan pejalan kaki untuk nyaman berjalan.
  • Bila transportasi masal berkembang, kemudian pajak dan parkir kendaraan kecil dan pribadi di kota besar dinaikkan, untuk mengerem konsumsi BBM perkotaan yang tumbuh makin tidak terkendali.
  • Pajak kendaraan di pedesaan di murahkan, khususnya sebelum transportasi masal tersedia, khususnya kota yang wilayah terpencil yang infrastruktur jalan belum tercukupi.
  • Lebarkan trotoar, sampai bisa buat pejalan kaki, bisa buat mereka yang bawa sepeda, dan bebas dari pedagang asongan dan kaki lima.
  • Cegah adanya pagar  antar gedung. Ini mengindikasikan kemanan belum baik dan ketertiban masyarakat belum tumbuh baik.
  • Standardisasi antar halte bus atau antar stasiun kereta dalam jangkauan pejalan kaki tanpa harus naik taksi. Jangkauan sehat 1000 m s/d 1500 m (10 – 20 menit jalan kaki) akan menyehatkan masyarakat.

Hal diatas telah diterapkan di berbagai negara yang  maju. 

Syo.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Pilihan Harga BBM Yang Ideal

Leadership

Dalam suatu organisasi, selalu dibutuhkan Leader atau pemimpin yang menjadi faktor kunci untuk sukses dalam melakukan koordinasi, memimpin dan menuntaskan tugas organisasi tersebut. Makin besar organisasi tersebut, makin kuat kemampuan leadership yang dibutuhkan.

Tidak bisa disangkal kadang kala ada leader yang muncul secara natural, lahir karena kharismatik alaminya tanpa pelatihan atau ada kekhususan yang sesuai dengan karakter organisasi itu sendiri.

Yang perlu pelatihan biasanya organisasi yang mapan, seperti lembaga di pemerintahan, ABRI,  atau pun perusahaan. Pelatihan biasanya dilakukan berjenjang sesuai hirarkhi kepangkatan dan kebutuhan jabatan.

Berikut, ada beberapa tips yang perlu disadari para leader yang bekerja dalam organisasi yang mapan, khususnya dalam berinteraksi apalagi mengarahkan bawahannya. Hal demikian banyak berhasil dalam praktek di Refinery Nusantara.

  • Visi: Leader diharapkan oleh bawahan selalu mampu memberikan harapan baru. Dalam skala besar dinamai futuristik atau visioner. Dalam kesempatan memberikan pengarahan, jangan lupa menyiapkan diri untuk bisa berbicara hal yang baru, harapan baru atau mengingatkan visi fungsi tugas bidangnya.
  • Misi: Leader berperan selalu mengarahkan tim dan bawahannya untuk tetap fokus mencapai tugas dan perannya, atau disebut misi bidang tugasnya.
  • Positive Motivation: Leader hendaknya menggunakan kata dan kalimat yang menimbulkan semangat atau “positive motivation” dan hindari “negative motivation” seperti ancaman, atau lebih mengutamakan refund / bayaran. Gunakan Positive motivation karena ini akan mampu menggerakkan tim bekerja all out, bahkan bisa melebihi kerja normalnya.
  • Norma & Etika: Leader menjaga norma positive yang menjadi budaya kerja positif dan budaya bangsa yang terhormat, menjadi pengikat keharmonisan dan etika bermasyarakat. Pilih kata yang baik, tetap hormat kepada profesi, keteladanan,  dan kesenioran, namun dengan cerdas lakukan “rule play” a good leader yang terhormat ber-etika. Hidari mempermalu bawahan didepan umum. Jika perlu menegur, lakukan secara forum terbatas dengan cara yang cerdas dan sopan.
  • Tauladan: Leader lebih banyak menjadi idola bawahan. menjadi contoh. Oleh karenanya, cegah perilaku yang kurang tepat, yang akan menghancurkan segalanya. Sebaliknya, disadari bahwa kebaikkan akan memberi dampak baik, keteladanan positif akan memberi dampak yang sama, keuletan dan keharmonisan yang dirasakan akan membangun keharmonisan dan supporting maksimal dari anggota timnya. Ingat, kata yang tajam perlu dihindari, karena bisa menyisakan luka berbekas dihati yang sulit diobati walau sudah minta maaf. Gunakan kata positif. Dalam praktek di Management Refinery Nusantara, sangat penting menjadikan diri setiap ledar menjadi teladan, apalagi dalam disiplin kerja dan kepemimpinan.
  • Apresiatif. Tidak ada salahnya dibiasakan memberikan apresiasi kepada setiap perilaku dan hasil yang positif. Hal demikian akan menambah semangat berlipat ganda, termasuk hasil kerja timnya. Pertajam rasa kemanusiaan walau pekerjaan tersebut mungkin melelahkan, namun penuh semangat.
  • Open-Mind: Leader sebaiknya bersikap terbuka. Keterbukaan tidak akan merusak kewibawaan. Teknik terbuka, diantaranya dengan membiasakan diri mendengar masukkan akan hal yang diperlukan dari siapapun. Apa lagi bila timnya yang mungkin terdiri dari para pemikir dan banyak pengalaman. Namun banyak juga leader tidak terlatih dalam hal ini. Menjadi Pendengar yang baik atau open mind memerlukan persiapan, diantaranya agar dirasakan keikhlasan oleh lawan bicara, open mind (tanpa persepsi dipihak pendengar agar masukkan diterima utuh) untuk bisa mendapatkan informasi maksimal. Jika tidak, maka leader akan bekerja sendiri. Brain power bawahan tidak termanfaatkan dan kekuatan ide timnya tidak berkembang atau tidak maksimal.

Bagaimana mengukur untuk mengetahui kegagalan atau keberhasilan leader suatu organisasi?. Secara umum hanya terlihat berhasil atau gagal setelah periode tertentu. Namun hal tersebut berarti sudah di-ujung akhir. Waktu dan biaya sudah dikeluarkan dan segala sesuatu sudah selesai. Jika bagus yang sukses, jika gagal, ya terlanjur dan rugi. Adakah cara lain untuk lebih dini.

Teknik untuk mengenal awal, bisa dilihat dari semangat dan kebersamaan dalam sharing ide, dan keinginan bawahan untuk bisa berdialog dengan atasan, khususnya dalam dialog ataupun menyampaikan ide. Bahkan bisa bertubi tubi. Sebaliknya jika bawahan lebih tenang bila atasannya jauh, atau tidak berkumpul dalam satu forum, atau bawahan sulit berkomunikasi, maka leader tersebut akan gagal menjadi “orang penting yang merangkai kebersamaan team”-nya untuk mencapai “misi tugas organisasi” yang dipimpinnya. Apalagi bila bawahan ingin pindah atau gelisah.

Hal terpenting adalah jaga harkat kemanusiaan semua anggota dengan kecerdasan emosional para leader, agar hati anggota tim terpanggil dalam membangun kebersamaan yang akan menjadi kunci keberhasilan yang kadang akan menjadi penggerak All-Out nya semua anggota tim untuk mencapai keberhasilan bersama mencapai Misi dan Visi Organisasi.

syo.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Leadership

Norma Yang Salah

Trotoar Dihijaukan, Bukan untuk pejalan kaki

Konsep yang salah atau cara berfikir yang perlu diperbaiki, Inilah yang dijumpai d ibeberapa tempat, hasil karya Pemda

Trotoar Jadi Tempat Pohon, Tiang Listrik & Tiang Telpon

Salah urus, siapa peduli. Demikian terjadi oleh Pemda, PLN ataupun Telkom. Hak pejalan kaki jadi nomer dua

Salah urus, salah mind set, pembiaran, atau siapa peduli. Dalam banyak hal, salah norma, salah urus salah mind set, banyak terjadi di kota kota besar di Indonesia, mungkin mereka yang bertugas untuk tata kota. Perlu pemulihan norma dan pembelajaran norma yang jelas dan benar, agar tidak salah urus. Selayaknya ada koordinasi dan izin.

Trotoar Hak Pejalan kaki - di Jepang

Kota indah bila hak kemanusiaan, hak pejalan kaki diutamakan oleh Pemda. Lihat diatas, Jepang lebih menghargai pejalan kaki, dan menjadikannya indah

Stasiun KAI tanpa Pagar

Stasiun di Indonesia, masih primitif dalam hal safety. Kebiasaan lama, kurang fokus terhadap pelayanan dan safety penumpang – pelanggannya.

Posted in Uncategorized | Comments Off on Norma Yang Salah

RFCC Training

Team RefineryNusantara.com melaksanakan pelatihan untuk Tim Start-up New RFCC. Tim bekerja profesional walau dalam jumlah terbatas, dengan bekal pengalaman operasi Kilang Nusantara, Kilang RCC Nusantara dan RFCC di LN, serta pernah melatih Tim Timur tengah yang berlatih di Kilang Nusantara, serta berpengalaman dalam Operasi dan Management Refinery Nusantara, merupakan Tim yang dipercayai untuk turut memberi kontribusi persiapan PreCommissionin, Commissioning dan Startup New RFCC.

Virtual DCS

Pelatihan dengan memantau kondisi operasi nyata.

Metoda pelatihan disusun sedemikian rupa, agar dalam waktu yang singkat dan efektif bisa mentransfer Basic knowledge RFCC Process, Membangun skill yang diperlukan atau menkonversikan dari pengalaman operator ex unit proses lain ke RFCC, serta membangun pemahaman lingkup pekerjaan yang harus disiapkan secara team work untuk bisa mengelola pekerjaan besar operasi RFCC.

Tim RefineryNusantara.Com bercita-cita memberi pelatihan dengan metoda ringkas namun efektif, mengingat selama ini, proses penguasaan skill operasi Kilang “tanpa treatment khusus” akan membutuhkan waktu panjang sehingga, kadang berdampak Lag of Competency dibeberapa posisi bila terlambat dalam kaderisasi, karena pelatihan yang tidak mencukupi sebelum alih generasi. Team RefineryNusantara.Com menyediakan metoda relatif singkat dengan pola tertentu. Tentu dengan persiapan dan kontrak tertentu, swerta tergantung client yang akan dijadikan trainee. Dalam pelatihan atau service, berbagai Personil Ahli Khusus terkait Refinery dapat disediakan, bila dinilai dibutuhkan, sesuai tuntutan lingkup tugas. Jiga tertarik, silahkan kontak Admin, email kami.

Best Regards.

Admin RefineryNusantara.Com

Posted in Uncategorized | Comments Off on RFCC Training

New RFCC in Cilacap Refinery

New RFCC in Cilacap Refinery

New RFCC is beying built in Cilacap Refinery

Doakan, dalam waktu dekat, Kilang Nusantara akan makin kuat dalam memproduksi HOMC kebutuhan Nusantara. Salah satu solusi penyediaan BBM Nasional dan penyediaan LPG, Propylene dan komponen IFO. RFCC dibangun di Cilacap merupakan lisensi UOP. VSS RFCC, adalah teknologi modern RFCC.

Posted in Uncategorized | Comments Off on New RFCC in Cilacap Refinery

Perubahan Tata Nilai Bangsa

Perkuatan Tata Nilai, Norma dan Aturan Hukum, adalah Solusi sisi lain dari Korupsi, untuk mengimbangi kemajuan Teknologi,  Ekonomi Bangsa dan Pola Hidup Konsumtif 

Perubahan dan  Kemajuan Teknologi dewasa ini, diikuti berkembangnya gaya hidup mewah dan kebiasaan hidup konsumtif yang pesat. Perubahan ini membawa pengaruh terhadap gaya hidup, norma perorangan dan masyarakat. Dampak pola hidup konsumtif yang berkembang, membudaya,  akan  mendorong kecenderungan untuk bisa menikmati segera hasil kemajuan teknologi, kemewahan dengan segala cara, secara singkat. Manusia akan terdorong untuk memiliki semua kemajuan tersebut. Bila kondisi kecenderungan demikian tidak diikuti dengan pertumbuhan perkuatan norma dan aturan hukum, khususnya norma agama dalam masyarakat dan norma hukum yang dirasakan akan adanya ketegasan penerapan hukum, maka norma bangsa bisa tergerus kearah menghalalkan segala cara dan korupsi. Kekuatan ekonomi dan finansial akan menjadi raja,  diatas kekuatan norma dan hukum. Apalagi bila ada gap ketidak cukupan finasial juga belum teratasi. Itulah cakal bakal tidak korupsi yang tumbuh akibat tidak seimbang nya pembentengan norma dan hukum ditengah kamajuan teknologi, pola hidup mewah yang takluk oleh kekuatan finasial, kemewahan dalam diri insani suatu bangsa. Apakah kita akan membiarkan hal demikian tumbuh berkembang?. Atau segera diperkuat norma bangsa melalui memperkuatan generasi yang lebih muda  secara dini untuk menanamkan kesadaran dan kekuatan akan tata nilai, norma dan aturan agama serta penguatan Penerapan hukum di masyarakat.

Norma dan Ketaatan Hukum harus menjadi raja dalam norma pribadi di kehidupan masyarakat, harus diatas / menguasai kekuatan finansial, sehingga ketertiban, kesadaran, Norma dan Kekuatan Tata Nilai Bangsa terjaga dan makin membaik. Upaya perbaikan, mulailah dari diri sendiri, keluarga sendiri, perkantoran dan masyarakat dilingkungan kita masing masing. Setidaknya itulah pesan yang tertanam dalam setiap agama, dari Tuhan Yang Maha Esa. Bila tidak, semakin sebesar apapun lembaga KPK dibangun, tetap tidak menuntaskan permasalahan utamanya.

Syo.

 

Posted in Uncategorized | Comments Off on Perubahan Tata Nilai Bangsa

Dollar Naik, Beban Subsidi Bertambah

Gonjang Ganjing Ekonomi Membebani Subsidi.

Betapa tidak, bila mana terjadi ketidak berimbangan (unplanned scenario) aliran dana dan barang keluar versus masuk, terlalu banyak  import dibanding export, terlalu banyak dollar keluar dibanding masuk, bahkan sampai pada kebutuhan konsumsi rakyat kecil pun diimport, gonjang-ganjing dan keresahanpun mulai terjadi.

Aliran dana keluar boundary Nusantara yang lebih besar. Dollar menaik. Ketergantungan terhadap import naik, melemahkan daya tawar negeri Nusantara. Barang pangan import seakan naik jadi terlalu mahal bila dikonversi ke rupiah, terutama bagi rakyat. Al hasil kegelisahan masyarakat, jutaan rakyat kecil menjadi naik,  biaya hidup yang makin naik, nilai uang terasa mengecil dibanding nilai barang kebutuhan hidup dasar.

Masyarakat menengah kebawah dan tenaga kerja, gelisah menuntut perbaikkan bila merasa biaya untuk hidup sehari hari makin mahal. Peluang mencari tambahan dana juga tidak tersedia. Faktor kebutuhan primer (pangan biaya hidup dasar) terganggu, akan sangat dirasakan oleh jutaan masyarakat. Timbul gonjang ganjing ekonomi jika tidak diantisipasi cepat.

Diperlukan Solusi komprehensif jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Jangka pendek menurunkan harga kebutuhan biaya hidup sehari hari, menstabilkan dan menurunkan harga, jangka menengah membangun ketersediaan kebutuhan biaya hidup dan perolehan tambahan dana untuk durasi agak pangjang, jangka panjang panjang menyediakan dan memapankan kestabilan kebutuhan hidup masyarakat banyak dalam negeri, mengurangi biaya konsumsi BBM via mengutamakan transportasi masal murah, yang  sehat dan bergengsi. Menekan import barang untuk kebutuhan hidup primer rakyat mengganti via meningkatkan kemampuan penyediaan dari dalam negeri yang lebih banyak dan penyediaan lapangan kerja.

Gonjang ganjing dollar menaikkan nilai import untuk volume yang sama. Biaya subsidi BBM import naik karena rupiah tertekan dibandingkan dollar. Harga minyak import seakan makin mahal bila dirupiahkan. Sedangkan negeri ini harus import BBM untuk kehutuhan masyarakat setiap harinya, sampai sebesar 30-40% diimmport. Biaya bergerak masyarakay (transportasi) seakan menaik.

Kegelisaah pekerja akan meresahkan / menakutkan investor, menambah ketidak pastian bagi investor.  Bahkan melumpuhkan investor kecil dalam negeri yang baru tumbuh, berarti menyempitkan lapangan tenaga kerja.

Dollar yang tinggi dan bergerak naik terus, menyebabkan masyarakat menukar dan menyimpan uang dalam bentuk dollar, dan ini menyebabkan exportir memarkir dana di luar Nusantara. Dollar makin mahal karena menjadi terbatas. Dollar makin mahal.

Untuk menstabilkan dollar terhadap rupiah, langkah diatas perlu ditindak lanjuti, dan ketenangan masyarakat banyak dan pekerja perlu disegerakan, ketengan pengusaha perlu dibantu, kesempatan kerja diperluas, dan transportasi masal lebih diutamakan, dikembangkan. Disamping ketertiban hukum dan menekan kebocoran dana karena korupsi dan non efisiensi dampak program yang tidak tepat perlu diredam. Perkuat infra struktur ekonomi masyarakat secara tepat. Era transparansi dan non monopoli dikembangkan. Tumbuh kembangkan pengusaha lokal kecil, menengah agar jadi besar. Fasilitasi kebutuhan mereka secara tepat guna perkuatan lapangan kerja. Tenaga kerja terlatih diutamakan untuk menunjang kebutuhan tersebut.

Dollars stabil, turun terhadap rupiah, secara alami seakan menurunkan subsidi BBM (dari sisi biaya), Transportasi masal yang elegan, sehat dan membanggakan, dengan harga “murah” akan menekan volume konsumsi BBM subsidi. trotoar lebar bagus indah akan memudahkan masyarakat jalan sehat, banyak jalan dan menekan biaya transportasi jarak pendek yang sangat banyak jumlahnya di perkotaan. Masyarakat akan sehat seperti di Jepang, Korea, yang banyak jalan 2 x (15 s/d 25) penit perhari. Biaya kesehatan masyarakat turun.

Antar kota cukup pakai transportasi masal,  kereta, bus / travel elegan. Biaya pangan turun dan ketergantungan terhadap import turun jika aspek pertanian dijaga tetap menjadi perhatian utama pemerintah. Semahal apapun dibeli dari petani, nila uang tersebut akan beredar didalam negeri, tidak ada “Dollar Drain ke luar negeri”. Industri dalam negeri harus jadi raja dinegeri sendiri. Pangsa pasar indonesia jadikan untuk Indonesia, walau import boleh. Artinya bangga dengan produk sendiri dibudayakan, dicontohkan oleh para pemimpin. Jangan jadi asing di negeri sendiri. Bayangkan masyarakat Nusantara lebih bangga memakai barang import atar makanan berbasis import dari pada produk Nusantara. Budaya perlu dikaji untuk diluruskan.

Dalam halm pendidikan kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan menumbuhkan kecerdasan Nurani dan spiritual agar qolbu bersih. Bisa membedakan yang halal. benar dari yang tidak halal (hasil korupsi). TUMBUH KEMBANGKAN  kemampuan bangsa dalam pendidikan, dalam memilih yang benar menurut hati /qolbu / agama, agar norma MALU BERBUAT SALAH, MALU MAKAN YANG TIDAK HALAL, DAN CERDAS QOLBU BERIMBANG DENGAN KECERDASAN INTELEKTUAL. Agar tumbuh generasi bersih. Pemimpin masa depan yang bersih, dan masyarakat yang berbudaya.

Mudah mudahan kedepan,   Negeri Nusantara lebih bisa berbangga dengan kemajuan yang merata disegala sektor, terutama dinikmati seluruh lapisan masyarakat kecil, menegah besar secara berimbang, namun kuat dan setara dengan negara manapun didunia ini. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mandiri, kuat dalam etika, cerdas dalam qolbu yang berakhlak mulia serta maju dalam kecerdasan intelektual. Intelektual yang berakhlak bukan kering dan munafik.

 

Posted in Uncategorized | Comments Off on Dollar Naik, Beban Subsidi Bertambah